Audit kas perusahaan adalah pemeriksaan atas keberadaan dana, ketepatan saldo, transaksi penerimaan dan pengeluaran, serta kontrol yang melindunginya. Prosedur utamanya meliputi cash count, rekonsiliasi bank, penelusuran bukti transaksi, pemeriksaan cut-off, dan pengujian hak akses. Saldo yang cocok tetap perlu didukung transaksi sah dan pengendalian yang bekerja.
Tentukan tujuan dan seluruh tempat penyimpanan dana
Tuliskan tanggal atau periode yang diperiksa, lokasi, rekening, mata uang, penanggung jawab, dan sistem yang digunakan. Cocokkan daftar rekening aktif serta rekening yang baru ditutup dengan buku besar dan informasi manajemen. Untuk e-wallet atau payment gateway, identifikasi hak perusahaan, status settlement, serta akun pencatatannya; jangan menganggap semua saldo digital sama dengan kas di bank.
Global Internal Audit Standards, 14.1 menekankan informasi yang relevan, andal, dan cukup untuk analisis. Prosedur berikut merupakan contoh program sesuai risiko kas.
Persiapkan cash count yang dapat dipertanggungjawabkan
Penghitungan dapat dilakukan tanpa pemberitahuan jadwal rinci kepada pemegang kas apabila masih berada dalam mandat pemeriksaan yang sah. Kehadiran penanggung jawab kas saat menghitung membantu mengonfirmasi isi tempat penyimpanan dan hasilnya.
Catat tanggal-jam, lokasi, saldo buku pada waktu yang sama, transaksi terakhir, serta pihak yang hadir. Hentikan sementara pergerakan kas atau gunakan log khusus agar penerimaan dan pengeluaran selama penghitungan dapat dijembatani. Jika ada beberapa tempat penyimpanan, atur penghitungan agar dana tidak dipindahkan dan dihitung berulang.
Hitung uang berdasarkan pecahan. Pisahkan uang tunai dari voucher, cek, kasbon, atau catatan penggantian biaya. Dokumen tersebut mungkin menjelaskan penggunaan dana, tetapi tidak dihitung sebagai lembar uang tunai.
Contoh berita acara cash count
Kolom minimum berita acara: lokasi, tanggal-jam, pemegang kas, penghitung, pemeriksa, rincian pecahan, total fisik, saldo buku, perbedaan, penjelasan awal, serta pengesahan pihak terkait.
| Pecahan uang | Jumlah lembar | Nilai |
|---|---|---|
| Rp100.000 | 20 | Rp2.000.000 |
| Rp50.000 | 20 | Rp1.000.000 |
| Rp20.000 | 30 | Rp600.000 |
| Rp10.000 | 20 | Rp200.000 |
| Total fisik | 90 | Rp3.800.000 |
Asumsikan buku pada waktu hitung menunjukkan Rp5.000.000. Selisih awal fisik dikurangi buku adalah minus Rp1.200.000. Pemeriksaan kemudian menemukan voucher pengeluaran sah Rp900.000 dan kasbon sah Rp100.000 yang belum dicatat.
Dengan asumsi kedua transaksi memang mengurangi kas sebelum waktu hitung dan telah memenuhi dasar pencatatan, saldo buku seharusnya Rp4.000.000 setelah koreksi. Kekurangan yang masih belum terjelaskan adalah Rp200.000. Pemeriksa melanjutkan penelusuran; jangan langsung menyamakan selisih awal Rp1.200.000 dengan kerugian final.
Kasbon Rp100.000 dapat memerlukan akun uang muka atau piutang sesuai substansi. Penetapan tanggung jawab atas kekurangan Rp200.000 juga memerlukan bukti dan keputusan yang sah; tidak otomatis menjadi piutang karyawan.
Rekonsiliasi bank: pisahkan beda waktu dan koreksi buku
Periksa rekening koran yang lengkap, buku besar bank, lembar rekonsiliasi, dokumen transaksi, serta bukti pemeriksaan pihak lain. Beda waktu yang sah dijelaskan dalam rekonsiliasi, sedangkan transaksi atau kesalahan yang belum dicatat memerlukan jurnal pada buku yang bersangkutan.
Contoh berikut menggunakan satu rekening dalam rupiah, tanpa unsur pajak atau valuta asing.
| Komponen | Penyesuaian | Hasil |
|---|---|---|
| Saldo rekening koran | — | Rp50.000.000 |
| Setoran dalam perjalanan | Tambah Rp3.000.000 | Rp53.000.000 |
| Cek beredar yang sah | Kurang Rp1.000.000 | Rp52.000.000 |
| Saldo buku sebelum koreksi | — | Rp52.100.000 |
| Biaya bank belum dicatat | Kurang Rp200.000 | Rp51.900.000 |
| Bunga bank belum dicatat | Tambah Rp100.000 | Rp52.000.000 |
Saldo tersesuaikan kedua sisi Rp52.000.000. Jurnal buku untuk biaya bank adalah debit Beban bank dan kredit Bank Rp200.000; jurnal bunga adalah debit Bank dan kredit Pendapatan bunga Rp100.000. Setoran dalam perjalanan dan cek beredar yang sudah dicatat dengan benar tidak dijurnal ulang hanya untuk menyamakan rekening koran.
Panduan dasar tersedia pada cara rekonsiliasi bank untuk UMKM. Dalam audit, lanjutkan dengan memeriksa apakah setoran benar masuk setelah tanggal saldo dan apakah cek atau item lama masih valid. Rekonsiliasi yang seimbang dapat tetap menutupi item rekayasa jika bukti penyelesaiannya tidak diuji.
Uji penerimaan dari penjualan sampai bank
Ambil sampel penjualan tunai, invoice, dan settlement digital. Telusuri ke laporan penutupan kasir, bukti setoran, mutasi bank, dan buku besar. Uji juga arah sebaliknya: pilih penerimaan bank lalu cari pelanggan atau sumber transaksinya.
Bandingkan tanggal transaksi, penyerahan uang, dan penerimaan bank dengan jadwal settlement. Untuk setoran gabungan, cocokkan total rincian dan periksa duplikasi.
Periksa refund, void, serta diskon yang terjadi setelah kasir menutup shift. Koreksi penjualan yang dilakukan oleh akun sama tanpa pemeriksa dapat mengubah kewajiban setoran. Red flag tersebut memerlukan bukti lanjutan, bukan kesimpulan otomatis tentang penyimpangan. Untuk cicilan pelanggan, uji alokasi pembayaran sebagian piutang agar penerimaan masuk ke invoice yang benar.
Uji pengeluaran dari kebutuhan sampai penerima dana
Cocokkan permintaan pembelian, PO atau kontrak, bukti penerimaan barang/jasa, invoice, persetujuan, dan mutasi bank. Periksa apakah pihak pemberi persetujuan memiliki kewenangan dan apakah persetujuan diberikan sebelum transfer.
Telusuri rekening tujuan ke master vendor yang telah diverifikasi. Pilih transaksi besar, pembayaran berulang, nominal mendekati batas persetujuan, perubahan rekening mendadak, serta transaksi kepada pihak berelasi bila relevan. Uji keseluruhan rangkaian agar pemecahan pembayaran tidak melewati batas kontrol.
Saring duplikasi berdasarkan vendor, invoice, nominal, tanggal, dan referensi. Bedakan pembayaran ganda dari cicilan sah dengan menelusuri alokasi pada kartu utang dan bukti penyelesaian setiap invoice.
Periksa kas kecil, kasbon, dan akses sistem
Untuk kas kecil dengan dana tetap, rekonsiliasikan dana yang diotorisasi dengan uang fisik, pengeluaran yang sah, serta komponen pertanggungjawaban lain. Rekonsiliasi dana tetap bukan alasan melaporkan seluruh voucher sebagai kas. Penyajian saldo mengikuti pencatatan dan substansi transaksi.
Kasbon perlu memiliki penerima, tujuan, tanggal, batas pertanggungjawaban, dan status penyelesaian. Saldo yang bergulir tanpa bukti perlu diperiksa terpisah dari kas yang masih tersedia.
Pada sistem pembayaran, pisahkan pembuat dan pemberi persetujuan sejauh memungkinkan. Tinjau pengguna yang dapat mengubah rekening vendor, merilis transfer, membatalkan transaksi, atau membuka periode. Untuk tim kecil, kontrol pengganti seperti pemeriksaan pemilik perlu benar-benar dilakukan dan terdokumentasi. Jangan mengumpulkan kredensial pengguna untuk melaksanakan audit.
Dokumentasikan temuan dan tindakan korektif
Catat selisih terjelaskan dan terbuka, transaksi terdampak, bukti, serta kontrol yang gagal. Rekomendasi mengikuti penyebab: koreksi pencatatan, perbaikan proses, atau investigasi lanjutan.
Gunakan contoh temuan audit internal keuangan untuk format hasil dan PIC. Uji transaksi sesudah perbaikan sebelum menutup temuan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah cash count saja cukup untuk audit kas?
Tidak. Penghitungan menunjukkan fisik pada satu waktu. Pemeriksaan juga perlu menilai transaksi, cut-off, rekonsiliasi, otorisasi, dan akses sesuai tujuan penugasan.
Apakah setiap beda bank perlu jurnal?
Tidak. Beda waktu yang sudah dicatat benar biasanya dijelaskan pada rekonsiliasi. Kesalahan pencatatan atau transaksi yang belum dibukukan ditangani dengan jurnal yang sesuai.
Apa tindakan saat selisih kas belum terjelaskan?
Amankan bukti, lakukan hitung ulang, samakan waktu saldo, telusuri mutasi serta dokumen, dan eskalasikan menurut kewenangan. Jangan memaksa saldo nol melalui akun penampung tanpa penjelasan.
Gunakan prosedur ini bersama checklist audit internal keuangan dalam audit internal UMKM. Untuk pemeriksaan kas dan kontrol yang lebih mendalam, diskusikan kebutuhan usaha dengan Balancio Indo.
Butuh bantuan menyusun strategi keuangan bisnis Anda?
Start a Consultation