Banyak pemilik toko online yang baru menyadari bisnisnya tidak untung setelah berbulan-bulan berjalan. Penjualan terus masuk, pesanan tidak berhenti, tapi saldo rekening tidak pernah bertambah. Bahkan setelah dihitung-hitung, margin yang tersisa ternyata jauh dari yang diharapkan.
Salah satu penyebab utamanya adalah HPP yang tidak pernah dicatat dengan benar. Banyak penjual online hanya menghitung modal beli produk dari supplier, tanpa memperhitungkan biaya packaging, ongkos kirim, komisi marketplace, hingga biaya iklan. Akibatnya, harga jual yang ditetapkan tidak mencukupi untuk menutupi seluruh biaya yang keluar.
Artikel ini akan memandu Anda memahami cara mencatat HPP toko online secara akurat, lengkap dengan komponen yang sering terlewat, rumus yang tepat, contoh jurnal akuntansi, dan kesalahan umum yang harus dihindari.
Apa Itu HPP dan Mengapa Penting untuk Toko Online?
HPP atau Harga Pokok Penjualan adalah total biaya yang dikeluarkan secara langsung untuk mendapatkan atau memproduksi barang yang Anda jual. Dalam bisnis toko online, HPP mencakup semua biaya yang berhubungan langsung dengan setiap unit produk yang berhasil dijual.
Mengetahui HPP yang akurat sangat penting karena dari sinilah Anda bisa menentukan harga jual yang tepat, menghitung margin keuntungan yang sesungguhnya, dan memutuskan apakah sebuah produk layak untuk dilanjutkan atau perlu dihentikan.
Rumus dasar HPP untuk toko online adalah:
HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir
Sementara itu, Pembelian Bersih dihitung dengan:
Pembelian Bersih = (Total Pembelian + Ongkos Angkut) – (Retur Pembelian + Diskon Pembelian)
Komponen HPP Toko Online yang Sering Terlewat
Inilah letak kesalahan yang paling sering terjadi. Banyak penjual online hanya memasukkan harga beli produk dari supplier ke dalam HPP, padahal ada beberapa komponen biaya lain yang wajib diperhitungkan.
1. Harga Beli Produk dari Supplier
Ini adalah komponen utama HPP, yaitu harga per unit produk yang Anda beli dari supplier atau pemasok. Jika Anda memproduksi sendiri, ini adalah biaya bahan baku ditambah biaya tenaga kerja langsung.
2. Ongkos Kirim dari Supplier ke Gudang
Biaya pengiriman barang dari supplier ke lokasi Anda harus dialokasikan ke HPP per unit. Caranya adalah dengan membagi total ongkos kirim dengan jumlah unit yang diterima dalam satu pengiriman.
3. Biaya Packaging
Setiap item yang dikirim ke pembeli membutuhkan kemasan. Biaya plastik, bubble wrap, kardus, selotip, dan label semuanya harus masuk ke dalam komponen HPP per unit.
4. Biaya Komisi dan Admin Marketplace
Setiap marketplace memotong komisi dari setiap transaksi yang berhasil. Biaya ini berbeda di setiap platform. Berikut gambaran umum estimasi biaya komisi marketplace di Indonesia:
Table 1: Estimasi Biaya Komisi Marketplace di Indonesia
| Platform | Estimasi Biaya Komisi | Keterangan |
| Shopee | 2% – 6,5% | Ditambah biaya handling Rp1.000-3.000 per pesanan |
| Tokopedia | 1,8% – 5,5% | Bervariasi berdasarkan kategori produk |
| TikTok Shop | 4% – 6% | Bergantung kategori dan program promosi |
| Lazada | 2% – 8% | Biaya komisi dan biaya layanan |
Catatan: Besaran komisi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan masing-masing platform. Selalu cek kebijakan terbaru di seller center masing-masing marketplace.
5. Biaya Ongkir Subsidi (Jika Berlaku)
Jika Anda mengikuti program gratis ongkir dari marketplace dan ada biaya tambahan yang dibebankan kepada seller, komponen ini perlu ikut diperhitungkan dalam HPP atau beban operasional.
Dua Sistem Pencatatan HPP Toko Online
Ada dua sistem yang bisa digunakan untuk mencatat HPP dalam akuntansi toko online. Memahami perbedaan keduanya akan membantu Anda memilih metode yang paling sesuai dengan skala bisnis.
Sistem Periodik
Dalam sistem periodik, HPP dihitung dan dicatat hanya di akhir periode akuntansi, biasanya akhir bulan. Selama bulan berjalan, setiap pembelian barang langsung dicatat sebagai akun Pembelian, bukan langsung ke akun Persediaan.
Sistem ini lebih sederhana dan cocok untuk toko online dengan volume transaksi rendah atau yang baru mulai menerapkan pembukuan.
Sistem Perpetual
Dalam sistem perpetual, setiap transaksi penjualan langsung memperbarui saldo persediaan dan mencatat HPP secara real-time. Setiap kali barang terjual, akun HPP langsung didebit dan akun Persediaan langsung dikreditkan.
Sistem ini lebih akurat dan lebih cocok untuk toko online dengan volume transaksi tinggi, karena stok barang selalu up-to-date tanpa perlu menunggu akhir periode.
Table 2: Perbandingan Sistem Periodik vs Perpetual
| Aspek | Sistem Periodik | Sistem Perpetual |
| Waktu pencatatan HPP | Di akhir periode | Setiap transaksi terjadi |
| Kompleksitas | Lebih sederhana | Lebih kompleks |
| Akurasi stok real-time | Tidak | Ya |
| Cocok untuk | Volume transaksi rendah | Volume transaksi tinggi |
| Butuh software akuntansi | Tidak wajib | Sangat disarankan |
Untuk toko online yang aktif berjualan setiap hari, sistem perpetual lebih disarankan karena stok barang selalu up-to-date dan HPP langsung tercatat setiap kali transaksi terjadi.
Cara Mencatat HPP Toko Online, Contoh Jurnal Akuntansi

Berikut adalah contoh cara mencatat HPP toko online menggunakan sistem perpetual. Studi kasus: Toko Aksesori HP Online, Januari 2026.
Transaksi 1: Pembelian Stok Barang dari Supplier
Tanggal 2 Januari: Membeli 100 unit case HP dari supplier seharga Rp25.000 per unit secara tunai, dengan ongkos kirim dari supplier Rp50.000.
Total harga beli = (100 x Rp25.000) + Rp50.000 = Rp2.550.000
Table 3: Jurnal Pembelian Stok Barang
| Tanggal | Keterangan | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| 2 Jan 2026 | Pembelian stok case HP 100 unit + ongkir | Persediaan Barang Dagang | 2.550.000 | – |
| Kas | – | 2.550.000 |
Transaksi 2: Penjualan Melalui Marketplace
Tanggal 5 Januari: Terjual 10 unit case HP di Shopee seharga Rp65.000 per unit. Dana masuk setelah dipotong komisi 5% sebesar Rp32.500 dan biaya layanan Rp2.000, sehingga dana bersih diterima Rp615.500.
HPP per unit = Rp25.500 (harga beli Rp25.000 + alokasi ongkir Rp500), total 10 unit = Rp255.000.
Table 4: Jurnal Penjualan via Marketplace
| Tanggal | Keterangan | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| 5 Jan 2026 | Penjualan 10 unit via Shopee (bersih) | Saldo Marketplace / Kas | 615.500 | – |
| Biaya komisi + layanan Shopee | Beban Komisi Marketplace | 34.500 | – | |
| Mencatat pendapatan penjualan | Penjualan | – | 650.000 | |
| 5 Jan 2026 | Catat HPP 10 unit terjual | Harga Pokok Penjualan (HPP) | 255.000 | – |
| Persediaan Barang Dagang | – | 255.000 |
Transaksi 3: Pembelian Packaging
Tanggal 7 Januari: Membeli perlengkapan packaging berupa bubble wrap, kardus, dan plastik senilai Rp150.000 secara tunai.
Table 5: Jurnal Pembelian Packaging
| Tanggal | Keterangan | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| 7 Jan 2026 | Beli perlengkapan packaging | Beban Packaging | 150.000 | – |
| Kas | – | 150.000 |
Contoh Perhitungan HPP Akhir Bulan (Sistem Periodik)
Jika Anda menggunakan sistem periodik, berikut contoh cara menghitung dan mencatat HPP di akhir bulan. Data Toko Aksesori HP Online, Januari 2026:
- Persediaan awal (1 Januari): Rp1.500.000
- Pembelian barang selama Januari: Rp5.000.000
- Ongkos kirim dari supplier: Rp200.000
- Retur pembelian ke supplier: Rp100.000
- Persediaan akhir (31 Januari): Rp2.000.000
Langkah 1: Hitung Pembelian Bersih
Pembelian Bersih = (Rp5.000.000 + Rp200.000) – Rp100.000 = Rp5.100.000
Langkah 2: Hitung HPP
HPP = Rp1.500.000 + Rp5.100.000 – Rp2.000.000 = Rp4.600.000
Table 6: Jurnal HPP Akhir Bulan (Sistem Periodik)
| Tanggal | Keterangan | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| 31 Jan 2026 | Catat HPP akhir bulan | Harga Pokok Penjualan (HPP) | 4.600.000 | – |
| Menutup persediaan awal | Ikhtisar Persediaan – Awal | – | 1.500.000 | |
| Menutup pembelian bersih | Pembelian Bersih | – | 3.100.000 |
Akun yang Dibutuhkan dalam Pembukuan HPP Toko Online
Agar pencatatan HPP toko online lebih terstruktur, pastikan akun-akun berikut sudah tersedia dalam Chart of Account (COA) bisnis Anda:
Table 7: Daftar Akun (COA) untuk Toko Online
| Kode Akun | Nama Akun | Kategori |
| 1002 | Persediaan Barang Dagang | Aset Lancar |
| 1003 | Persediaan Packaging | Aset Lancar |
| 2001 | Utang Usaha (ke Supplier) | Kewajiban |
| 4001 | Penjualan | Pendapatan |
| 5001 | Harga Pokok Penjualan (HPP) | Beban Langsung |
| 5002 | Beban Komisi Marketplace | Beban Operasional |
| 5003 | Beban Packaging | Beban Operasional |
| 5004 | Beban Ongkos Kirim Subsidi | Beban Operasional |
| 5005 | Beban Iklan Marketplace | Beban Operasional |
Kesalahan Umum dalam Mencatat HPP Toko Online
Memahami cara mencatat HPP toko online saja tidak cukup jika masih terjebak pada kesalahan yang berulang. Berikut kesalahan yang paling sering terjadi:
- Hanya memasukkan harga beli supplier ke HPP, tanpa memperhitungkan ongkir inbound, packaging, dan komisi marketplace
- Tidak memisahkan biaya per platform, padahal komisi Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop berbeda-beda
- Tidak melakukan stock opname rutin, sehingga persediaan akhir di catatan tidak sesuai kondisi fisik
- Mencampur beban HPP dengan beban operasional, misalnya gaji admin toko dimasukkan ke HPP padahal seharusnya masuk ke beban operasional
- Tidak mencatat retur pembelian, sehingga HPP menjadi lebih besar dari seharusnya
- Menghitung HPP hanya sekali setahun, bukan bulanan, sehingga tidak bisa mendeteksi kenaikan biaya lebih awal
Kesimpulan
Cara mencatat HPP toko online yang benar adalah dengan memasukkan semua biaya yang berhubungan langsung dengan produk: harga beli dari supplier, ongkos kirim inbound, biaya packaging, dan biaya komisi marketplace. Bukan sekadar modal beli dari supplier saja.
Pilih sistem pencatatan yang sesuai dengan skala bisnis Anda. Sistem periodik cukup untuk pemula, sementara sistem perpetual lebih disarankan untuk toko online dengan transaksi aktif harian. Yang terpenting, lakukan stock opname rutin dan pastikan setiap akun dalam pembukuan sudah dipisahkan dengan tepat.
Dengan HPP yang dicatat secara akurat, Anda bisa menetapkan harga jual yang benar, mengetahui produk mana yang benar-benar menguntungkan, dan mengambil keputusan bisnis berdasarkan data nyata, bukan sekadar perkiraan.
Jika pembukuan toko online Anda masih berantakan atau belum tahu harus mulai dari mana, Balancio Indo siap membantu. Kami menyediakan layanan:
- Penyusunan Chart of Account (COA) khusus toko online dan marketplace
- Pencatatan dan rekonsiliasi HPP bulanan dari berbagai platform penjualan
- Pembuatan laporan laba rugi, neraca, dan arus kas bulanan
- Konsultasi strategi penetapan harga berbasis data HPP yang akurat
Fokus saja pada pertumbuhan toko Anda, urusan angka dan pembukuan biar Balancio Indo yang tangani.






