Cara membuat petty cash imprest system Excel adalah solusi praktis bagi bisnis yang ingin mengelola pengeluaran kecil secara rapi, transparan, dan mudah dipertanggungjawabkan tanpa perlu software akuntansi berbayar. Dengan sistem ini, setiap rupiah yang keluar dari kas kecil tercatat rapi, saldo selalu kembali ke angka tetap setelah pengisian ulang, dan laporan rekonsiliasi terbuat otomatis hanya dari satu file Excel.
Apa Itu Petty Cash Imprest System?
Petty cash adalah sejumlah dana kas yang disiapkan perusahaan khusus untuk membiayai pengeluaran operasional harian yang nilainya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayarkan melalui transfer bank atau cek, seperti pembelian ATK, konsumsi rapat, ongkir dokumen, atau parkir. Dana ini dikelola oleh seorang pemegang kas (petty cash custodian) yang bertanggung jawab mencatat, membelanjakan, dan mempertanggungjawabkan setiap transaksi.
Imprest system atau metode dana tetap adalah metode pencatatan petty cash di mana jumlah saldo kas kecil selalu dipertahankan pada angka tetap (imprest amount). Setiap kali terjadi pengeluaran, pemegang kas tidak langsung mencatat ke jurnal umum, melainkan mengumpulkan bukti pengeluaran berupa voucher. Pencatatan jurnal petty cash baru dilakukan saat dana diisi ulang (replenishment), sebesar total pengeluaran yang terjadi sejak pengisian sebelumnya.
Perbedaan Imprest System vs Fluctuating System
Tabel 1: Perbandingan Imprest System vs Fluctuating System
| Aspek | Imprest System (Dana Tetap) | Fluctuating System (Dana Fluktuasi) |
| Saldo kas kecil | Selalu kembali ke angka tetap setelah replenishment | Berubah-ubah sesuai kebutuhan |
| Kapan dicatat ke jurnal | Hanya saat pengisian ulang (replenishment) | Setiap kali ada pengeluaran |
| Kontrol anggaran | Ketat dan mudah dimonitor | Lebih fleksibel tapi sulit dikontrol |
| Cocok untuk | Pengeluaran rutin dan terprediksi | Pengeluaran yang tidak menentu |
| Risiko penyalahgunaan | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Kompleksitas pembukuan | Sederhana (jurnal batch per siklus) | Lebih banyak entri jurnal |
Untuk sebagian besar bisnis skala UMKM hingga menengah, imprest system lebih direkomendasikan karena pengendalian internalnya lebih kuat. Saldo selalu terprediksi, penyimpangan mudah dideteksi, dan laporan rekonsiliasi lebih mudah disiapkan untuk keperluan audit maupun tutup buku bulanan.
Mengapa Pakai Excel untuk Petty Cash Imprest System?
Excel adalah pilihan paling realistis untuk kebanyakan bisnis karena hampir semua kantor sudah memiliki Microsoft Office, tidak perlu biaya langganan tambahan, dan file bisa langsung dibagikan ke tim keuangan tanpa instalasi khusus. Dengan rumus Excel yang tepat, saldo akhir terhitung otomatis, laporan pengisian kembali terupdate real-time, dan rekonsiliasi cukup dilakukan sekali klik.
Template petty cash imprest system di Excel yang baik idealnya terdiri dari empat sheet yang saling terhubung: Setup dan Panduan, Petty Cash Voucher, Buku Kas Kecil, dan Laporan Pengisian Kembali. Keempat sheet ini memastikan alur dari pencatatan transaksi harian hingga laporan bulanan berjalan tanpa celah.
Struktur Template Petty Cash Imprest System Excel
Sheet 1: Setup dan Panduan
Sheet ini adalah titik awal konfigurasi seluruh template. Di sini Anda mengatur dua parameter utama yang akan dirujuk oleh semua sheet lainnya secara otomatis.
Tabel 2: Parameter di Sheet Setup dan Panduan
| Parameter | Fungsi | Contoh Nilai |
| Saldo Tetap (Imprest Amount) | Jumlah dana kas kecil yang harus selalu dipertahankan | Rp5.000.000 |
| Batas Saldo Minimum (Warning) | Ambang batas saldo yang memicu sinyal pengisian ulang | Rp1.000.000 |
| Daftar Kategori Pengeluaran | Referensi dropdown untuk Buku Kas Kecil agar konsisten | ATK, Konsumsi, Transportasi, Kurir, Biaya Lain-lain |
Ubah nilai Saldo Tetap sesuai kebutuhan operasional bisnis Anda. Untuk UMKM kantor dengan 5-10 orang, Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per bulan sudah cukup. Untuk perusahaan dengan aktivitas lebih tinggi, sesuaikan dengan rata-rata pengeluaran kas kecil tiga bulan terakhir.
Sheet 2: Petty Cash Voucher
Petty cash voucher atau bukti kas keluar adalah dokumen fisik yang harus diisi setiap kali ada pengeluaran dari kas kecil. Voucher ini berfungsi sebagai bukti transaksi yang akan dikumpulkan hingga saldo mendekati batas minimum, lalu dipakai sebagai dasar pengisian jurnal saat replenishment.
Tabel 3: Kolom dalam Petty Cash Voucher
| Kolom Voucher | Isi |
| No. Voucher | Nomor urut. Contoh: PCV-001, PCV-002 |
| Tanggal | Tanggal transaksi terjadi |
| Dibayarkan kepada | Nama vendor, toko, atau penerima |
| Sejumlah uang (Angka) | Nominal dalam angka. Contoh: Rp150.000 |
| Sejumlah uang (Terbilang) | Nominal dalam huruf untuk mencegah pemalsuan |
| Keperluan (Kategori) | Pilih dari dropdown sesuai jenis pengeluaran |
| Tanda tangan | Dibuat Oleh (pemegang kas), Disetujui Oleh (manajer/atasan), Diterima Oleh |
Voucher yang sudah diisi dan ditandatangani disimpan di folder fisik atau scan digital. Jangan pernah mencairkan dana dari kas kecil tanpa voucher yang sudah disetujui atasan karena ini adalah kontrol pertama dan terpenting dalam imprest system.
Sheet 3: Buku Kas Kecil
Buku Kas Kecil atau Petty Cash Logbook adalah pusat pencatatan seluruh transaksi kas kecil. Setiap baris mewakili satu transaksi dengan tujuh kolom yang saling terhubung melalui rumus Excel.
Tabel 4: Struktur Kolom Buku Kas Kecil
| Kolom | Keterangan | Format |
| Tanggal | Tanggal transaksi sesuai voucher | DD/MM/YYYY |
| No. Voucher / Bukti | Nomor voucher yang sudah diisi dan disetujui | Teks (PCV-001) |
| Uraian Transaksi | Deskripsi singkat keperluan pengeluaran | Teks bebas |
| Kategori Pengeluaran | Dipilih dari dropdown referensi Sheet Setup | Dropdown |
| Penerimaan (Debit) | Diisi saat ada penambahan dana (replenishment) | Rp#,##0 |
| Pengeluaran (Kredit) | Nominal yang dikeluarkan sesuai voucher | Rp#,##0 |
| Saldo Akhir | Otomatis: Saldo sebelumnya + Penerimaan – Pengeluaran | Rp#,##0 (formula) |
Rumus di kolom Saldo Akhir menggunakan pola sederhana. Baris pertama menautkan ke Saldo Tetap di Sheet Setup sehingga jika Anda mengubah parameter, seluruh saldo otomatis menyesuaikan. Baris berikutnya menggunakan formula: =G_sebelumnya + E_baris – F_baris.
Sheet 4: Laporan Pengisian Kembali
Sheet ini adalah laporan ringkasan yang menjadi dasar untuk membuat jurnal replenishment dan mengajukan pencairan ke bagian keuangan. Semua angka di sini terhitung otomatis dari Buku Kas Kecil menggunakan fungsi SUMIF per kategori.
Tabel 5: Struktur Laporan Pengisian Kembali
| Bagian | Konten | Rumus / Sumber |
| Rekap per Kategori | Total pengeluaran per jenis (ATK, Konsumsi, dll.) | SUMIF dari Buku Kas Kecil |
| Total Pengeluaran | Jumlah seluruh pengeluaran satu siklus | SUM semua kategori |
| Dana yang Harus Diisi | Sama dengan total pengeluaran (imprest method) | = Total Pengeluaran |
| Saldo Akhir di Kotak Kas | Saldo terakhir yang tercatat di Buku Kas Kecil | LOOKUP baris terakhir |
| Saldo Tetap Target | Tarik dari Sheet Setup | = Setup!B6 |
| Rekonsiliasi Check | Otomatis: Balance OK atau Mismatch | IF(Saldo+Pengeluaran=Target) |
Jika kolom Rekonsiliasi Check menampilkan ‘Mismatch’, artinya ada selisih antara saldo fisik di kotak kas dan catatan di Buku Kas Kecil. Ini harus segera diselidiki sebelum mengajukan replenishment karena selisih sekecil apapun adalah indikator potensi kesalahan pencatatan atau penyalahgunaan dana.
Alur Kerja Petty Cash Imprest System Langkah demi Langkah

Berikut adalah alur kerja lengkap dari pembentukan dana hingga pengisian ulang yang bisa langsung diterapkan di bisnis Anda menggunakan template Excel.
Langkah 1: Tentukan dan Bentuk Dana Kas Kecil
Tentukan besaran Imprest Amount berdasarkan rata-rata pengeluaran kecil operasional per bulan. Tambahkan buffer sekitar 20 persen untuk pengeluaran tidak terduga. Masukkan angka ini ke kolom Saldo Tetap di Sheet Setup dan catat jurnal pembentukan dana di sistem akuntansi utama.
Tabel 6: Jurnal Pembentukan Dana Kas Kecil
| Akun | Debit | Kredit |
| Kas Kecil | Rp5.000.000 | |
| Kas di Bank | Rp5.000.000 |
Langkah 2: Catat Setiap Pengeluaran di Buku Kas Kecil
Setiap ada pengeluaran dari kotak kas kecil, pemegang kas langsung mengisi satu baris di Sheet Buku Kas Kecil. Kolom tanggal, nomor voucher, uraian, dan kategori diisi manual. Kolom saldo akhir terhitung otomatis. Tempelkan voucher fisik beserta nota/kuitansi pendukung ke dalam map arsip.
Aturan penting: tidak boleh ada pengeluaran tanpa voucher yang sudah disetujui atasan. Jika ada pengeluaran mendadak yang belum sempat dibuat vouchernya, buat voucher retroaktif sesegera mungkin di hari yang sama dengan keterangan yang jujur dan tandatangan yang lengkap.
Langkah 3: Monitor Saldo dan Ajukan Replenishment
Pantau kolom Saldo Akhir di Buku Kas Kecil secara rutin. Jika saldo mendekati atau menyentuh angka Batas Minimum Warning di Sheet Setup (contoh: Rp1.000.000), pemegang kas harus segera mencetak Laporan Pengisian Kembali dari Sheet 4 dan mengajukannya ke bagian keuangan atau atasan beserta seluruh voucher asli.
Langkah 4: Catat Jurnal Replenishment
Setelah persetujuan diberikan dan dana ditransfer ke kas kecil, catat jurnal replenishment di sistem akuntansi utama. Di dalam Excel, tambahkan satu baris di Buku Kas Kecil dengan kolom Penerimaan diisi sebesar total dana yang diisi ulang sehingga saldo kembali ke Imprest Amount.
Tabel 7: Jurnal Replenishment Berdasarkan Contoh di Template
| Akun | Debit | Kredit |
| Beban ATK | Rp185.000 | |
| Beban Konsumsi | Rp85.000 | |
| Beban Transportasi | Rp20.000 | |
| Beban Kurir | Rp40.000 | |
| Kas di Bank | Rp330.000 |
Perhatikan bahwa akun Kas Kecil tidak ikut bergerak dalam jurnal replenishment. Sesuai prinsip imprest system, akun Kas Kecil di buku besar hanya bergerak saat pembentukan awal atau saat terjadi perubahan besaran Imprest Amount. Yang bergerak adalah akun beban dan Kas di Bank.
Langkah 5: Lakukan Rekonsiliasi Periodik
Di akhir setiap bulan atau periode, lakukan rekonsiliasi fisik dengan menghitung uang tunai yang tersisa di kotak kas lalu cocokkan dengan angka Saldo Akhir di Buku Kas Kecil. Jika kolom Rekonsiliasi Check di Sheet Laporan menampilkan ‘Balance OK’, pembukuan sudah sehat. Jika muncul ‘Mismatch’, telusuri seluruh baris transaksi untuk menemukan selisihnya.
Tips Agar Petty Cash Imprest System Berjalan Lancar
Berikut ini beberapa praktik terbaik yang akan membuat sistem Anda tetap terkontrol dan bebas masalah.
- Tetapkan satu orang pemegang kas yang bertanggung jawab penuh. Jangan biarkan lebih dari satu orang bisa mengakses kotak kas secara bersamaan karena ini akan mempersulit penelusuran jika ada selisih.
- Gunakan dropdown kategori yang konsisten. Jangan menambah atau mengubah nama kategori di tengah periode karena akan merusak rumus SUMIF di Sheet Laporan.
- Simpan voucher fisik per siklus dalam satu amplop atau map berlabel periode. Contoh: ‘Petty Cash Jan 2026 Siklus 1’. Ini memudahkan audit dan penelusuran jika ada pertanyaan dari atasan atau auditor.
- Lakukan spot check acak bulanan. Minta atasan atau bagian keuangan untuk menghitung fisik uang di kotak kas secara mendadak minimal sekali sebulan tanpa pemberitahuan sebelumnya sebagai bentuk pengendalian internal.
- Jangan gunakan petty cash untuk pengeluaran besar. Tetapkan batas maksimal per transaksi, biasanya antara Rp200.000 hingga Rp500.000 per voucher. Pengeluaran di atas batas ini harus melalui prosedur normal via transfer bank.
- Update template saat ada perubahan kategori atau Imprest Amount. Lakukan di Sheet Setup agar seluruh sheet lain menyesuaikan otomatis tanpa perlu edit manual satu per satu.
Cara Menggunakan Template Petty Cash Imprest System Excel dari Balancio Indo
Template petty cash imprest system Excel dari Balancio Indo sudah dikonfigurasi siap pakai. Anda tidak perlu membangun rumus dari nol. Berikut langkah penggunaannya.
Langkah 1: Konfigurasi Sheet Setup dan Panduan
Buka sheet ‘Setup dan Panduan’. Ubah nilai Saldo Tetap (Imprest Amount) di sel B6 sesuai kebutuhan bisnis Anda. Ubah Batas Saldo Minimum di sel B7 sebagai angka peringatan. Tambah atau ubah nama kategori pengeluaran di baris 11 hingga 15 sesuai jenis pengeluaran operasional bisnis Anda. Semua perubahan di sini akan langsung berdampak ke sheet lainnya.
Langkah 2: Cetak dan Isi Voucher Sebelum Setiap Pengeluaran
Buka sheet ‘Petty Cash Voucher’. Isi nomor voucher secara berurutan, tanggal, nama penerima, jumlah dalam angka dan terbilang, serta kategori. Cetak voucher, minta tanda tangan pemegang kas dan persetujuan atasan, lalu arsipkan bersama nota atau kuitansi aslinya.
Langkah 3: Input Transaksi di Buku Kas Kecil
Buka sheet ‘Buku Kas Kecil’. Isi kolom Tanggal, No. Voucher, Uraian, Kategori (pilih dari dropdown), dan Pengeluaran. Saldo Akhir akan terhitung otomatis. Untuk pengisian ulang dana, isi kolom Penerimaan sebesar total replenishment sehingga saldo kembali ke Imprest Amount.
Langkah 4: Cetak Laporan untuk Pengajuan Replenishment
Buka sheet ‘Laporan Pengisian Kembali’. Semua angka sudah terhitung otomatis dari Buku Kas Kecil. Pastikan kolom Rekonsiliasi Check menampilkan ‘Balance OK’. Cetak laporan ini, lampirkan seluruh voucher asli, dan ajukan ke bagian keuangan untuk proses pencairan dana pengisian ulang.
Kapan Saatnya Naik Kelas dari Excel ke Software Akuntansi?
Template Excel sudah lebih dari cukup untuk bisnis dengan volume transaksi kas kecil di bawah 50 entri per bulan dan hanya satu pemegang kas. Namun ada beberapa kondisi yang menjadi sinyal bahwa bisnis Anda sudah waktunya naik ke sistem yang lebih terintegrasi.
Tabel 8: Sinyal untuk Naik Kelas dari Excel ke Software
| Kondisi | Solusi yang Tepat |
| Lebih dari satu pemegang kas di beberapa departemen atau cabang | Software akuntansi multi-user |
| Transaksi lebih dari 50 entri per bulan sehingga file Excel terasa lambat | Software akuntansi cloud |
| Dibutuhkan laporan real-time tanpa perlu buka Excel secara manual | Software akuntansi dengan dashboard otomatis |
| Ada kebutuhan audit trail yang tidak bisa dimanipulasi | Software akuntansi dengan log aktivitas |
| Kas kecil terhubung langsung ke laporan keuangan konsolidasi | ERP atau software akuntansi terintegrasi |
Kelola Kas Kecil Lebih Rapi Bersama Balancio Indo
Template petty cash imprest system Excel ini adalah langkah awal yang baik untuk membangun disiplin pembukuan kas kecil. Namun, seiring pertumbuhan bisnis, menjaga konsistensi pencatatan, memastikan jurnal replenishment masuk ke laporan keuangan dengan benar, dan membangun SOP keuangan yang tahan audit membutuhkan lebih dari sekadar template.
Balancio Indo siap membantu Anda mulai dari setup template petty cash yang disesuaikan dengan struktur bisnis, penyusunan SOP kas kecil tertulis agar setiap anggota tim tahu prosedurnya, hingga integrasi pencatatan kas kecil ke dalam laporan keuangan bulanan yang rapi dan siap dilaporkan ke investor atau pihak pajak.
Jika Anda merasa sistem kas kecil saat ini masih berantakan, ada selisih yang tidak bisa ditelusuri, atau voucher sering hilang, ini saat yang tepat untuk menata ulang semuanya dengan bantuan profesional. Hubungi tim Balancio Indo sekarang untuk konsultasi gratis. Bawa data kasmu, kami bantu audit sistem kas kecil yang ada, rekomendasikan perbaikan yang tepat, dan dampingi implementasinya dari awal hingga selesai.





