Sudah ramai order dari ShopeeFood dan GoFood, tapi angka di rekening tidak sebesar yang tertera di laporan penjualan aplikasi? Perbedaan ini hampir selalu disebabkan oleh komisi platform yang terpotong sebelum dana masuk ke tangan Anda. Di sinilah cara mencatat komisi ShopeeFood dan GoFood di jurnal menjadi sangat penting, karena jika tidak dicatat dengan benar, pendapatan usaha Anda akan terlihat lebih besar dari kenyataan atau overstated.
Artikel ini membahas tuntas mekanisme komisi dua platform tersebut, mengapa pencatatan yang tepat krusial bagi kesehatan keuangan bisnis, serta langkah-langkah jurnal akuntansi yang bisa langsung Anda terapkan hari ini.
Berapa Besar Komisi ShopeeFood dan GoFood?
Sebelum masuk ke jurnal, penting untuk memahami besaran potongan yang berlaku. GoFood menerapkan sistem bagi hasil di mana 80% dari nilai transaksi diterima mitra dan 20% menjadi hak GoFood. Dengan kata lain, jika pelanggan membayar Rp50.000 untuk satu pesanan, Anda hanya menerima Rp40.000.
ShopeeFood menerapkan skema serupa dengan besaran komisi sekitar 20% hingga 25% per transaksi, tergantung kontrak kerja sama dan paket promosi yang diikuti. Beberapa mitra yang aktif mengikuti program promosi ShopeeFood bahkan bisa dikenakan sharing profit hingga 30% selama periode promo berlangsung.
Angka komisi ini tidak sekadar informasi. Ia adalah biaya nyata yang harus masuk ke dalam pembukuan Anda sebagai beban, bukan sekadar diabaikan sebagai “potongan otomatis.”
Mengapa Pencatatan Komisi Sangat Penting?
Banyak pemilik warung dan restoran kecil mencatat pendapatan dari GoFood atau ShopeeFood langsung sebesar nilai order yang muncul di aplikasi. Akibatnya, laporan laba rugi memperlihatkan pendapatan yang lebih besar dari kenyataan, sehingga margin keuntungan terlihat lebih tinggi dari sebenarnya dan anggaran operasional ditetapkan berdasarkan angka yang salah.
Mencatat cara mencatat komisi ShopeeFood dan GoFood di jurnal dengan benar adalah satu-satunya cara untuk memastikan laporan keuangan Anda mencerminkan kondisi bisnis yang sesungguhnya.
Konsep Dasar: Pendapatan Kotor vs Pendapatan Bersih
Dalam akuntansi, ada dua pendekatan yang bisa digunakan:
Pendekatan Bruto (Gross): Pendapatan dicatat sebesar nilai penuh order pelanggan, kemudian komisi platform dicatat terpisah sebagai beban komisi atau beban pemasaran.
Pendekatan Neto (Net): Pendapatan langsung dicatat sebesar jumlah yang diterima setelah dipotong komisi.
Untuk transparansi laporan keuangan, pendekatan bruto sangat direkomendasikan karena memperlihatkan perputaran omzet yang sebenarnya sekaligus mencerminkan berapa besar biaya komisi yang Anda keluarkan setiap bulan.
Cara Mencatat Komisi ShopeeFood dan GoFood di Jurnal: Langkah per Langkah

Langkah 1: Identifikasi Nilai Transaksi
Setiap hari, buka dashboard aplikasi GoFood atau ShopeeFood dan catat total nilai order (gross), jumlah komisi yang dipotong, dan nilai bersih yang akan ditransfer ke rekening Anda via settlement.
Langkah 2: Catat Saat Pesanan Masuk
Pada saat pesanan diterima, catat timbulnya piutang:
| Tanggal | Akun | Debit | Kredit | Keterangan |
| Tgl X | Piutang Platform (GoFood) | Rp50.000 | Nilai order pelanggan | |
| Penjualan / Pendapatan Usaha | Rp50.000 | Pengakuan pendapatan |
Langkah 3: Catat Pemotongan Komisi Platform
Saat proses settlement berlangsung:
| Tanggal | Akun | Debit | Kredit | Keterangan |
| Tgl Y | Beban Komisi Aplikasi (GoFood) | Rp10.000 | 20% x Rp50.000 | |
| Piutang Platform (GoFood) | Rp10.000 | Pengurangan piutang atas komisi |
Langkah 4: Catat Penerimaan Dana Settlement
| Tanggal | Akun | Debit | Kredit | Keterangan |
| Tgl Z | Kas / Bank | Rp40.000 | Dana settlement diterima | |
| Piutang Platform (GoFood) | Rp40.000 | Pelunasan piutang |
Ringkasan Jurnal Sederhana (One-Step)
Jika ingin lebih sederhana, Anda bisa menggabungkan jurnal saat settlement:
| Akun | Debit | Kredit |
| Kas / Bank | Rp40.000 | |
| Beban Komisi GoFood | Rp10.000 | |
| Penjualan | Rp50.000 |
Perbedaan Perlakuan GoFood vs ShopeeFood
Secara prinsip, jurnal untuk GoFood dan ShopeeFood sama persis. Yang berbeda hanyalah persentase komisinya dan jadwal settlement-nya. Disarankan membuat akun terpisah: Piutang GoFood dan Piutang ShopeeFood, serta Beban Komisi GoFood dan Beban Komisi ShopeeFood. Pemisahan ini memudahkan analisis dari platform mana bisnis paling menguntungkan setelah dipotong komisi.
Dampak Nyata pada Laporan Keuangan
Setelah menerapkan cara mencatat komisi ShopeeFood dan GoFood di jurnal dengan benar, laporan laba rugi Anda akan menampilkan pendapatan kotor yang realistis, beban komisi sebagai biaya operasional yang terukur, dan laba bersih yang mencerminkan kondisi aktual bisnis. Data ini menjadi dasar keputusan apakah harga jual di platform perlu dinaikkan untuk mengkompensasi komisi, atau apakah promosi tertentu masih menguntungkan setelah dipotong sharing profit.
Kesimpulan
Cara mencatat komisi ShopeeFood dan GoFood di jurnal bukan sekadar urusan teknis akuntansi. Ini adalah fondasi agar pendapatan tidak overstated, margin terlihat apa adanya, dan keputusan bisnis didasari data yang jujur. Mulailah dengan memisahkan akun piutang dan beban komisi per platform, gunakan pendekatan bruto agar laporan lebih transparan, dan lakukan rekonsiliasi mingguan setiap kali settlement masuk.
Jika pembukuan bisnis kuliner Anda masih belum rapi atau Anda ingin sistem pencatatan OFD yang terintegrasi langsung ke laporan keuangan bulanan, Balancio Indo siap membantu. Tim akuntan kami berpengalaman menangani pembukuan restoran, warung kopi, dan usaha kuliner dari skala kecil hingga waralaba. Hubungi Balancio Indo sekarang di www.balancioindo.com dan konsultasikan kebutuhan akuntansi bisnis Anda.






