Setiap akhir bulan, banyak pemilik bisnis dan staf keuangan menghadapi situasi yang sama: saldo kas di buku besar perusahaan tidak cocok dengan saldo di rekening koran bank. Perbedaan ini bukan berarti ada yang salah, tetapi perbedaan ini juga tidak boleh dibiarkan begitu saja. Di sinilah jurnal rekonsiliasi bank menjadi alat akuntansi yang wajib dikuasai. Tanpa jurnal rekonsiliasi bank yang tepat, laporan keuangan perusahaan Anda tidak akan mencerminkan posisi kas yang sesungguhnya.
Artikel ini membahas secara tuntas pengertian rekonsiliasi bank, penyebab terjadinya selisih saldo, format lembar rekonsiliasi, hingga contoh jurnal penyesuaian untuk setiap jenis transaksi yang paling sering ditemukan di lapangan.
Apa Itu Jurnal Rekonsiliasi Bank
Rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan saldo kas yang tercatat di buku besar perusahaan dengan saldo yang tertera di rekening koran (bank statement) untuk periode yang sama. Ketika ditemukan perbedaan, akuntan membuat jurnal penyesuaian untuk mengoreksi saldo buku perusahaan agar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Jurnal rekonsiliasi bank adalah jurnal penyesuaian yang dibuat berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut. Jurnal ini hanya dibuat untuk transaksi yang perlu dikoreksi di sisi pembukuan perusahaan, bukan di sisi bank. Jika selisih terjadi karena bank yang belum mencatat transaksi (misalnya setoran dalam perjalanan atau cek beredar), tidak diperlukan jurnal penyesuaian di buku perusahaan.
Penyebab Selisih Saldo antara Buku Perusahaan dan Bank
Memahami akar penyebab selisih adalah kunci untuk menentukan jurnal rekonsiliasi bank yang tepat. Penyebab selisih terbagi menjadi dua kelompok utama.
Penyebab dari Sisi Bank (Tidak Perlu Jurnal Penyesuaian)
Ini adalah transaksi yang sudah dicatat perusahaan tetapi belum muncul di rekening koran karena perbedaan waktu pemrosesan.
- Setoran dalam perjalanan (deposit in transit): perusahaan sudah mencatat penerimaan kas, tetapi bank belum memproses setoran tersebut.
- Cek beredar (outstanding checks): perusahaan sudah mencatat pembayaran dengan cek, tetapi penerima belum mencairkannya ke bank.
Penyebab dari Sisi Perusahaan (Wajib Dibuat Jurnal Penyesuaian)
Ini adalah transaksi yang sudah diproses bank tetapi belum dicatat di buku perusahaan, sehingga memerlukan jurnal rekonsiliasi bank.
- Biaya administrasi bank: bank mendebit rekening perusahaan setiap bulan, tetapi perusahaan belum mencatatnya sebagai beban.
- Pendapatan bunga dari bank: bank mengkreditkan bunga ke rekening perusahaan, tetapi perusahaan belum mencatatnya sebagai pendapatan.
- Cek kosong atau cek ditolak (NSF check): cek dari pelanggan yang gagal dicairkan karena dana tidak mencukupi.
- Inkaso piutang oleh bank: bank berhasil menagih piutang atas nama perusahaan, tetapi perusahaan belum mencatatnya.
- Kesalahan pencatatan di buku perusahaan: misalnya mencatat angka yang salah untuk suatu transaksi.
Format Lembar Rekonsiliasi Bank
Sebelum membuat jurnal rekonsiliasi bank, Anda perlu menyusun lembar rekonsiliasi terlebih dahulu. Ada dua bentuk yang umum digunakan.
Bentuk Staffel (Vertikal)
Bentuk staffel menyajikan penyesuaian saldo buku perusahaan di bagian atas, kemudian penyesuaian saldo bank di bagian bawah. Kedua saldo yang telah disesuaikan harus menunjukkan angka yang sama di akhir. Bentuk ini paling banyak digunakan karena mudah dibaca dan transparan.
Contoh format rekonsiliasi bentuk staffel:
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
| SALDO MENURUT BUKU PERUSAHAAN | |
| Saldo per 31 Maret 2025 | 18.500.000 |
| Ditambah: Inkaso piutang oleh bank | 3.000.000 |
| Ditambah: Pendapatan bunga bank | 150.000 |
| Dikurangi: Biaya administrasi bank | (200.000) |
| Dikurangi: Cek kosong (NSF) pelanggan | (450.000) |
| Saldo Kas yang Benar (Disesuaikan) | 21.000.000 |
| SALDO MENURUT REKENING KORAN BANK | |
| Saldo per 31 Maret 2025 | 23.800.000 |
| Ditambah: Setoran dalam perjalanan | 1.200.000 |
| Dikurangi: Cek beredar | (4.000.000) |
| Saldo Kas yang Benar (Disesuaikan) | 21.000.000 |
Bentuk Skontro (Horizontal/Dua Kolom)
Bentuk skontro menyajikan saldo buku perusahaan di kolom kiri dan saldo bank di kolom kanan secara berdampingan. Bentuk ini sering digunakan di lingkungan akademik dan laporan formal karena mempermudah perbandingan langsung antara dua sisi.
Contoh Jurnal Rekonsiliasi Bank Lengkap

Berdasarkan lembar rekonsiliasi di atas, berikut adalah jurnal rekonsiliasi bank yang perlu dibuat. Ingat: jurnal hanya dibuat untuk item di sisi buku perusahaan, bukan untuk item di sisi bank.
Jurnal 1: Inkaso Piutang oleh Bank
Bank berhasil menagih piutang senilai Rp3.000.000 atas nama perusahaan. Perusahaan belum mencatatnya, sehingga saldo kas di buku lebih kecil dari yang seharusnya.
| Tanggal | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| 31 Mar 2025 | Kas / Bank | 3.000.000 | |
| Piutang Usaha | 3.000.000 |
Jurnal 2: Pendapatan Bunga Bank
Bank mengkreditkan bunga deposito atau tabungan sebesar Rp150.000 ke rekening perusahaan. Transaksi ini belum dicatat di buku perusahaan.
| Tanggal | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| 31 Mar 2025 | Kas / Bank | 150.000 | |
| Pendapatan Bunga | 150.000 |
Jurnal 3: Biaya Administrasi Bank
Bank mengenakan biaya administrasi bulanan sebesar Rp200.000. Biaya ini langsung didebit dari rekening perusahaan tetapi belum tercatat di buku.
| Tanggal | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| 31 Mar 2025 | Beban Administrasi Bank | 200.000 | |
| Kas / Bank | 200.000 |
Jurnal 4: Cek Kosong (NSF Check)
Perusahaan sebelumnya menerima cek dari pelanggan senilai Rp450.000 dan mencatatnya sebagai penerimaan kas. Ternyata cek tersebut gagal dicairkan karena dana nasabah tidak mencukupi. Bank mendebit kembali rekening perusahaan, sehingga perlu dibalik di buku perusahaan.
| Tanggal | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| 31 Mar 2025 | Piutang Usaha | 450.000 | |
| Kas / Bank | 450.000 |
Jurnal Rekonsiliasi Bank untuk Kasus Kesalahan Pencatatan
Selain empat jurnal di atas, kesalahan pencatatan di buku perusahaan juga membutuhkan jurnal rekonsiliasi bank untuk koreksi.
Kasus: Angka Tercatat Lebih Kecil dari Sebenarnya
Perusahaan mencatat pembayaran dari pelanggan sebesar Rp1.500.000, padahal yang masuk ke rekening bank adalah Rp1.550.000. Selisih Rp50.000 akibat salah ketik.
| Tanggal | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| 31 Mar 2025 | Kas / Bank | 50.000 | |
| Piutang Usaha | 50.000 |
Kasus: Angka Tercatat Lebih Besar dari Sebenarnya
Perusahaan mencatat pembayaran tagihan listrik sebesar Rp800.000, padahal yang didebit bank hanya Rp750.000. Selisih Rp50.000 perlu dikoreksi.
| Tanggal | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| 31 Mar 2025 | Kas / Bank | 50.000 | |
| Beban Listrik | 50.000 |
Langkah Sistematis Membuat Jurnal Rekonsiliasi Bank
Berikut urutan kerja yang bisa dijadikan SOP bulanan untuk tim keuangan Anda dalam menyusun jurnal rekonsiliasi bank.
Langkah 1: Kumpulkan dokumen
Siapkan rekening koran dari bank dan buku besar kas perusahaan untuk periode yang sama. Pastikan keduanya mencakup rentang tanggal yang identik.
Langkah 2: Bandingkan transaksi satu per satu
Tandai setiap transaksi yang sudah cocok antara rekening koran dan buku perusahaan. Transaksi yang belum bertanda adalah kandidat selisih.
Langkah 3: Kelompokkan item yang belum cocok
Pisahkan item menjadi dua kelompok: item yang perlu koreksi di sisi buku perusahaan (butuh jurnal rekonsiliasi bank) dan item yang hanya membutuhkan konfirmasi ke bank.
Langkah 4: Susun lembar rekonsiliasi
Buat lembar rekonsiliasi bentuk staffel atau skontro. Hitung saldo yang disesuaikan dari kedua sisi hingga hasilnya sama.
Langkah 5: Buat jurnal penyesuaian
Untuk setiap item di sisi buku perusahaan, buat jurnal rekonsiliasi bank sesuai jenis transaksinya.
Langkah 6: Posting ke buku besar
Posting semua jurnal penyesuaian ke akun Kas di buku besar. Saldo kas yang baru harus sama dengan saldo yang disesuaikan di lembar rekonsiliasi.
Frekuensi Ideal Membuat Jurnal Rekonsiliasi Bank
Jurnal rekonsiliasi bank idealnya dibuat setiap akhir bulan, bersamaan dengan tutup buku bulanan. Namun, untuk bisnis dengan volume transaksi tinggi seperti retail, restoran, atau toko online, rekonsiliasi bisa dilakukan setiap minggu bahkan setiap hari untuk mendeteksi selisih lebih cepat sebelum menumpuk.
Menurut PSAK No. 2 paragraf 43, perusahaan diwajibkan melakukan rekonsiliasi kas sebagai bagian dari pengendalian internal. Ini berarti jurnal rekonsiliasi bank bukan hanya kebutuhan manajerial, tetapi juga merupakan persyaratan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.
Kesimpulan
Jurnal rekonsiliasi bank adalah langkah wajib setelah menyusun lembar rekonsiliasi setiap akhir bulan. Jurnal ini memastikan bahwa saldo kas di buku besar perusahaan sudah mencerminkan kondisi yang sesungguhnya, setelah memperhitungkan biaya administrasi bank, pendapatan bunga, inkaso piutang, cek kosong, dan koreksi kesalahan pencatatan. Tanpa jurnal rekonsiliasi bank yang lengkap, laporan neraca perusahaan akan menyajikan angka kas yang tidak akurat.
Jika proses rekonsiliasi bank di bisnis Anda masih dilakukan secara manual dan sering menemukan selisih yang sulit dilacak, Balancio Indo siap membantu. Kami merancang prosedur rekonsiliasi bulanan yang sistematis, menyiapkan template lembar rekonsiliasi, hingga mendampingi pencatatan jurnal penyesuaian agar laporan keuangan bisnis Anda selalu akurat dan siap audit. Kunjungi www.balancioindo.com dan konsultasikan kebutuhan akuntansi bisnis Anda bersama tim Balancio Indo.






