Ketika piutang menumpuk dan tidak ada alat yang membantu melihat mana yang sudah lewat jatuh tempo, bisnis kehilangan kendali atas arus kasnya sendiri. Penjualan terus berjalan, invoice diterbitkan, tetapi uang tidak kunjung masuk. Masalahnya bukan pada volume penjualan melainkan pada kemampuan bisnis memantau piutang secara terstruktur.
Banyak perusahaan baru menyadari ada piutang bermasalah setelah nilainya sudah terlalu besar untuk ditagih. Pelanggan yang awalnya hanya telat beberapa hari tiba-tiba tidak bisa dihubungi. Tanpa sistem pemantauan yang jelas, kondisi ini terus berulang setiap bulan dan menggerus modal kerja secara perlahan.
Di sinilah aging schedule piutang berperan. Laporan sederhana ini mengelompokkan seluruh piutang berdasarkan umur jatuh tempo sehingga Anda langsung tahu mana yang aman, mana yang mulai berisiko, dan mana yang sudah harus ditindaklanjuti segera. Artikel ini membahas cara membuat aging schedule piutang dan contoh penerapannya secara praktis agar Anda dapat langsung menggunakannya untuk bisnis.
Apa Itu Aging Schedule Piutang
Aging schedule piutang atau laporan umur piutang adalah laporan yang mengelompokkan piutang usaha berdasarkan lamanya waktu sejak tanggal jatuh tempo. Laporan ini menyajikan informasi tentang siapa saja pelanggan yang memiliki piutang, berapa jumlah piutang masing-masing, dan sudah berapa lama piutang tersebut beredar.
Tujuan utama aging schedule adalah memberikan gambaran yang jelas tentang kualitas piutang usaha. Piutang yang masih baru atau belum jatuh tempo cenderung lebih mudah ditagih dibandingkan piutang yang sudah lewat jatuh tempo berbulan-bulan. Semakin lama piutang beredar, semakin besar risiko piutang tersebut tidak akan tertagih.
Dengan aging schedule, manajemen dapat mengidentifikasi pelanggan mana yang sering terlambat bayar, menentukan prioritas penagihan, dan memperkirakan berapa besar cadangan kerugian piutang yang perlu disiapkan.
Kategori Umur Piutang dalam Aging Schedule
Aging schedule umumnya membagi piutang ke dalam beberapa kategori berdasarkan jumlah hari sejak tanggal jatuh tempo. Setiap kategori memiliki tingkat risiko yang berbeda.
| Kategori Umur | Keterangan | Risiko Tidak Tertagih |
| Belum Jatuh Tempo | Masih dalam masa kredit | 0,5% – 1% |
| 1-30 Hari | Telat ringan, butuh pengingat | 1% – 2% |
| 31-60 Hari | Sinyal bahaya, follow up intensif | 5% – 10% |
| 61-90 Hari | Zona berbahaya, tindakan tegas | 20% – 30% |
| >90 Hari | Piutang macet, pertimbangkan hapus | 50% – 100% |
Kategori di atas adalah standar umum yang digunakan oleh berbagai industri. Anda dapat menyesuaikan rentang hari dan persentase risiko berdasarkan pengalaman historis bisnis dan karakteristik pelanggan.
Cara Menghitung Umur Piutang
Menghitung umur piutang sangat sederhana. Anda hanya perlu mengurangi tanggal laporan dengan tanggal jatuh tempo invoice. Hasilnya adalah jumlah hari piutang tersebut sudah beredar sejak jatuh tempo.
Rumus dasar: Umur Piutang = Tanggal Laporan – Tanggal Jatuh Tempo
Contoh perhitungan: Tanggal laporan aging schedule adalah 31 Desember 2025. Invoice nomor 001 kepada Toko Maju Jaya memiliki tanggal jatuh tempo 15 Oktober 2025. Maka umur piutang adalah 31 Desember 2025 dikurangi 15 Oktober 2025 sama dengan 77 hari. Piutang ini masuk kategori 61 sampai 90 hari lewat jatuh tempo.
Jika invoice masih belum jatuh tempo, misalnya tanggal jatuh tempo 10 Januari 2026 sedangkan tanggal laporan 31 Desember 2025, maka piutang ini masuk kategori belum jatuh tempo. Untuk memudahkan perhitungan, Anda dapat menggunakan rumus Excel sederhana untuk menghitung selisih hari antara dua tanggal.
Langkah Membuat Aging Schedule Piutang

Berikut langkah-langkah praktis untuk menyusun aging schedule piutang untuk bisnis Anda.
Langkah 1: Kumpulkan Data Piutang
Siapkan daftar lengkap semua piutang yang masih outstanding per tanggal laporan. Data yang dibutuhkan meliputi nomor invoice, nama pelanggan, tanggal invoice, tanggal jatuh tempo, dan jumlah piutang. Pastikan data sudah direkonsiliasi dengan buku besar piutang sehingga tidak ada transaksi yang terlewat atau ganda.
Langkah 2: Hitung Umur Setiap Piutang
Hitung umur piutang dengan mengurangi tanggal laporan dengan tanggal jatuh tempo masing-masing invoice. Jika menggunakan Excel, gunakan rumus selisih tanggal untuk mempercepat proses. Hasil perhitungan akan menunjukkan berapa hari piutang tersebut sudah lewat jatuh tempo atau masih dalam masa kredit.
Langkah 3: Kelompokkan Piutang Berdasarkan Kategori Umur
Pisahkan setiap piutang ke dalam kategori umur yang sudah ditentukan seperti belum jatuh tempo, 1 sampai 30 hari, 31 sampai 60 hari, 61 sampai 90 hari, dan lebih dari 90 hari. Pengelompokan ini memudahkan Anda melihat distribusi piutang dan mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian khusus.
Langkah 4: Jumlahkan Piutang per Kategori
Hitung total piutang untuk setiap kategori umur. Dengan melihat jumlah total ini, Anda dapat mengetahui berapa besar piutang yang masih aman, berapa yang mulai berisiko, dan berapa yang sudah masuk kategori macet. Informasi ini sangat penting untuk perencanaan arus kas dan strategi penagihan.
Langkah 5: Hitung Persentase Taksiran Kerugian Piutang
Setiap kategori umur memiliki tingkat risiko tidak tertagih yang berbeda. Tetapkan persentase taksiran kerugian untuk masing-masing kategori berdasarkan pengalaman historis atau standar industri. Kalikan jumlah piutang per kategori dengan persentase risiko untuk mendapatkan estimasi cadangan kerugian piutang yang perlu disiapkan.
Langkah 6: Buat Laporan Aging Schedule Lengkap
Susun laporan dalam format tabel yang rapi dengan kolom-kolom meliputi nama pelanggan, nomor invoice, total piutang, dan pembagian per kategori umur. Tambahkan baris total untuk melihat jumlah keseluruhan piutang dan estimasi cadangan kerugian. Laporan ini sebaiknya dibuat setiap akhir bulan agar Anda selalu memiliki informasi terkini tentang kondisi piutang.
Contoh Aging Schedule Piutang
Berikut contoh aging schedule piutang untuk usaha distribusi bernama CV Sejahtera per 31 Desember 2025.
| Nama Pelanggan | Total Piutang | Belum Jatuh Tempo | 1-30 Hari | 31-60 Hari | 61-90 Hari | >90 Hari |
| Toko Maju Jaya | 45.000.000 | 20.000.000 | 15.000.000 | 10.000.000 | 0 | 0 |
| Toko Berkah | 30.000.000 | 30.000.000 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| Toko Sejahtera | 25.000.000 | 0 | 10.000.000 | 15.000.000 | 0 | 0 |
| Toko Abadi | 18.000.000 | 0 | 0 | 8.000.000 | 10.000.000 | 0 |
| Toko Jaya Sentosa | 12.000.000 | 0 | 0 | 0 | 5.000.000 | 7.000.000 |
| Total | 130.000.000 | 50.000.000 | 25.000.000 | 33.000.000 | 15.000.000 | 7.000.000 |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa dari total piutang Rp 130.000.000, sebesar Rp 50.000.000 atau 38 persen masih belum jatuh tempo dan dianggap aman. Namun, ada Rp 22.000.000 atau 17 persen yang sudah lewat jatuh tempo lebih dari 60 hari dan memerlukan tindakan penagihan yang lebih intensif.
Cara Menghitung Cadangan Kerugian Piutang
Setelah aging schedule selesai dibuat, langkah berikutnya adalah menghitung berapa besar cadangan kerugian piutang yang perlu disiapkan. Cadangan ini penting agar laporan keuangan mencerminkan nilai piutang yang realistis dan tidak overstatement.
| Kategori Umur | Jumlah Piutang | Persentase Risiko | Cadangan Kerugian |
| Belum Jatuh Tempo | 50.000.000 | 0,5% | 250.000 |
| 1-30 Hari | 25.000.000 | 1% | 250.000 |
| 31-60 Hari | 33.000.000 | 5% | 1.650.000 |
| 61-90 Hari | 15.000.000 | 20% | 3.000.000 |
| >90 Hari | 7.000.000 | 50% | 3.500.000 |
| Total | 130.000.000 | 8.650.000 |
Dari perhitungan di atas, CV Sejahtera perlu menyiapkan cadangan kerugian piutang sebesar Rp 8.650.000 atau sekitar 6,7 persen dari total piutang. Cadangan ini dicatat dalam laporan keuangan sebagai pengurang nilai piutang sehingga nilai piutang bersih yang dilaporkan adalah Rp 130.000.000 dikurangi Rp 8.650.000 sama dengan Rp 121.350.000.
Manfaat Aging Schedule untuk Bisnis

Memprioritaskan Penagihan
Dengan aging schedule, Anda dapat melihat dengan jelas piutang mana yang sudah lewat jatuh tempo lama dan memerlukan tindakan segera. Tim penagihan dapat fokus pada piutang yang paling berisiko terlebih dahulu sehingga upaya penagihan menjadi lebih efektif dan efisien.
Mengidentifikasi Pelanggan Bermasalah
Laporan ini membantu Anda mengidentifikasi pelanggan yang sering terlambat membayar atau memiliki piutang macet. Informasi ini berguna untuk mengevaluasi apakah pelanggan tersebut masih layak diberi tempo pembayaran atau perlu diubah menjadi sistem tunai.
Menghitung Cadangan Kerugian yang Akurat
Aging schedule memberikan dasar yang objektif untuk menghitung cadangan kerugian piutang. Dengan persentase risiko yang berbeda untuk setiap kategori umur, estimasi cadangan menjadi lebih realistis dan tidak asal tebak.
Meningkatkan Akurasi Laporan Keuangan
Dengan cadangan kerugian piutang yang tepat, nilai piutang di neraca akan mencerminkan nilai yang sebenarnya dapat ditagih. Hal ini membuat laporan keuangan lebih akurat dan dapat dipercaya oleh pihak eksternal seperti bank atau investor.
Membantu Perencanaan Arus Kas
Dengan mengetahui distribusi umur piutang, Anda dapat memperkirakan kapan uang akan masuk ke kas. Piutang yang belum jatuh tempo kemungkinan besar akan dibayar sesuai jadwal, sedangkan piutang yang sudah lewat jatuh tempo perlu strategi khusus untuk dipercepat penagihannya.
Mendukung Evaluasi Kebijakan Kredit
Jika aging schedule menunjukkan banyak piutang yang lewat jatuh tempo, ini adalah sinyal bahwa kebijakan kredit Anda terlalu longgar atau proses seleksi pelanggan kurang ketat. Anda dapat menggunakan informasi ini untuk memperbaiki kebijakan kredit dan menetapkan syarat yang lebih realistis.
Kesimpulan
Itulah dia 6 langkah cara membuat aging schedule piutang. Aging schedule piutang adalah alat yang sangat penting bagi bisnis dalam mengelola piutang usaha secara efektif. Dengan mengelompokkan piutang berdasarkan umur jatuh tempo, Anda dapat melihat dengan jelas kondisi piutang, mengidentifikasi risiko, memprioritaskan penagihan, dan menghitung cadangan kerugian piutang yang akurat.
Membuat aging schedule tidak sulit dan dapat dilakukan dengan tools sederhana seperti Excel. Yang terpenting adalah disiplin dalam menyusun laporan ini secara berkala, minimal setiap akhir bulan.
Dengan aging schedule yang rutin dibuat dan dianalisis, bisnis dapat menjaga arus kas tetap sehat, mengurangi risiko piutang macet, dan membuat keputusan yang lebih baik terkait kebijakan kredit.
Balancio Indo siap membantu menyiapkan template aging schedule, menetapkan persentase risiko yang sesuai dengan bisnis Anda, melatih tim untuk membuat laporan secara konsisten, dan memberikan rekomendasi perbaikan kebijakan kredit berdasarkan analisis aging schedule. Hubungi Balancio Indo untuk solusi manajemen piutang yang profesional dan terukur.






