Uji penurunan nilai aset dilakukan untuk menilai apakah nilai tercatat aset tetap atau Unit Penghasil Kas (UPK) masih dapat dipulihkan. Jika nilai tercatat lebih tinggi daripada jumlah terpulihkan, perusahaan perlu mengakui rugi penurunan nilai (Impairment loss). Template Excel Uji Penurunan Nilai Aset membantu proses ini dengan menyusun input, perhitungan FVLCD, perhitungan VIU berbasis DCF, ringkasan, dan jurnal penyesuaian dalam satu file yang saling terhubung.
Jumlah terpulihkan dihitung sebagai nilai yang lebih tinggi antara Fair Value Less Costs of Disposal (FVLCD) dan Value in Use (VIU). Rugi penurunan nilai hanya diakui jika nilai tercatat aset atau UPK melebihi jumlah terpulihkan tersebut.
Mengapa Uji Penurunan Nilai Perlu Menggunakan Template yang Terstruktur
Uji penurunan nilai aset sering melibatkan banyak asumsi, seperti nilai wajar, biaya pelepasan, proyeksi arus kas, tingkat diskonto, nilai terminal, dan perlakuan jurnal. Tanpa template, risiko salah hitung dan salah mengambil angka sangat tinggi. Template ini membantu pengguna menjaga konsistensi perhitungan dari input sampai output jurnal. Berikut beberapa kelebihan yang ada pada template excel :
- Asumsi global seperti tingkat diskonto, periode proyeksi, dan pertumbuhan terminal diisi satu kali dan ditarik otomatis ke sheet terkait.
- FVLCD dihitung dari estimasi nilai wajar dikurangi biaya pelepasan langsung.
- VIU dihitung melalui discounted cash flow atas arus kas pra-pajak.
- Ringkasan otomatis membandingkan nilai tercatat dengan jumlah terpulihkan.
- Jurnal penyesuaian tersedia untuk model biaya dan model revaluasi.
Struktur Template Uji Penurunan Nilai Aset
Template ini terdiri dari 5 sheet. Alur penggunaan dimulai dari membaca Petunjuk, mengisi Input & Asumsi, menghitung FVLCD dan VIU, lalu mengecek hasil akhir pada Ringkasan.
| No. | Nama Sheet | Fungsi Utama | Diisi Manual? |
| 1 | Petunjuk | Menjelaskan tujuan template, cara pakai, kode warna,dan prinsip jumlah terpulihkan. | Tidak, baca saja |
| 2 | Input & Asumsi | Input informasi proyek, aset/UPK, tanggal penilaian, tingkat diskonto, periode proyeksi, dan pertumbuhan terminal. | Ya |
| 3 | FVLCD | Menghitung nilai wajar dikurangi biaya pelepasan langsung. | Ya, pada estimasi nilai wajar dan biaya pelepasan |
| 4 | VIU (DCF) | Menghitung nilai pakai melalui proyeksi arus kas dan faktor diskonto. | Ya, pada proyeksi arus kas dan nilai terminal |
| 5 | Ringkasan | Menentukan jumlah terpulihkan, rugi penurunan nilai, jurnal, dan register multi-aset. | Sebagian, pada nilai tercatat dan register |
Penjelasan Setiap Sheet
Sheet 1: Petunjuk
Sheet Petunjuk menjelaskan tujuan utama template, yaitu menguji apakah nilai tercatat aset tetap atau UPK melebihi jumlah terpulihkannya. Sheet ini juga memberikan urutan kerja singkat: isi Input & Asumsi, isi FVLCD, isi VIU (DCF), lalu cek Ringkasan.
Bagian penting dalam sheet ini adalah rumus prinsip uji penurunan nilai: jumlah terpulihkan = nilai yang lebih tinggi antara FVLCD dan VIU. Jika nilai tercatat lebih besar dari jumlah terpulihkan, maka selisihnya menjadi rugi penurunan nilai.
- Sel biru berarti input atau angka yang diubah pengguna.
- Sel hitam berarti formula dan perhitungan otomatis.
- Sel hijau berarti tautan antar-sheet.
- Sel kuning berarti asumsi kunci yang perlu diperhatikan.
Sheet 2: Input & Asumsi
Sheet Input & Asumsi menjadi pusat informasi yang ditarik oleh sheet FVLCD, VIU, dan Ringkasan. Sheet ini sebaiknya diisi pertama kali agar nama aset/UPK, tingkat diskonto, dan asumsi lain terbawa otomatis ke bagian perhitungan.
| Input | Contoh dalam Template | Fungsi |
| Nama proyek / klien | Contoh Proyek | Identitas proyek penilaian. |
| Entitas / aset diuji | Mesin Produksi A | Aset atau UPK yang menjadi fokus impairment test. |
| Tanggal penilaian | 31/12/2026 | Tanggal acuan perhitungan penurunan nilai. |
| Tingkat diskonto pra-pajak | 12% | Digunakan untuk mendiskontokan arus kas VIU. |
| Tarif pajak penghasilan | 22% | Informasi tambahan; template VIU menggunakan arus kas pra-pajak. |
| Periode proyeksi eksplisit | 5 tahun | Jumlah tahun proyeksi arus kas eksplisit. |
| Pertumbuhan terminal | 2% | Dipakai untuk alternatif perhitungan terminal value Gordon growth. |
Sheet ini juga mencantumkan pengecualian arus kas VIU. Dalam perhitungan nilai pakai, pengguna perlu mengecualikan arus kas pendanaan seperti bunga dan pokok pinjaman, pajak penghasilan, restrukturisasi masa depan yang belum berkomitmen, serta capex peningkatan aset yang tidak termasuk pemeliharaan.
Sheet 3: FVLCD
Sheet FVLCD menghitung Fair Value Less Costs of Disposal, yaitu estimasi nilai wajar dikurangi biaya pelepasan langsung. Input utama pada sheet ini adalah estimasi nilai wajar aset/UPK dan rincian biaya yang diperlukan untuk menjual atau melepas aset tersebut.
| Keterangan | Jumlah |
| Estimasi nilai wajar | Rp8.500.000.000 |
| Biaya hukum & notaris | Rp0 |
| Pajak / bea transaksi | Rp200.000.000 |
| Biaya pembongkaran / pemindahan | Rp0 |
| Biaya persiapan penjualan lainnya | Rp0 |
| Total biaya pelepasan | Rp200.000.000 |
| FVLCD | Rp8.300.000.000 |
Formula utama sheet ini adalah: FVLCD = estimasi nilai wajar – total biaya pelepasan. Dalam data dummy, FVLCD adalah Rp8.300.000.000.
Sheet 4: VIU (DCF)
Sheet VIU (DCF) menghitung Value in Use atau nilai pakai aset/UPK menggunakan discounted cash flow. Pengguna mengisi proyeksi arus kas masuk dan arus kas keluar operasi. Template kemudian menghitung arus kas bersih, faktor diskonto, dan present value arus kas secara otomatis.
| Tahun | Arus Kas Bersih | Faktor Diskonto | PV Arus Kas |
| 1 | Rp2.000.000.000 | 0,8929 | Rp1.785.714.286 |
| 2 | Rp2.000.000.000 | 0,7972 | Rp1.594.387.755 |
| 3 | Rp2.000.000.000 | 0,7118 | Rp1.423.560.496 |
| 4 | Rp2.000.000.000 | 0,6355 | Rp1.271.036.157 |
| 5 | Rp2.000.000.000 | 0,5674 | Rp1.134.853.711 |
Dalam data dummy, arus kas terminal atau nilai residu pada akhir Tahun 5 diisi Rp0, sehingga PV nilai terminal juga Rp0. Total VIU yang dihasilkan dari jumlah PV arus kas adalah Rp7.209.552.405.
Template juga menampilkan alternatif nilai terminal Gordon growth sebesar Rp20.400.000.000. Angka ini merupakan alternatif perhitungan dan tidak otomatis masuk ke VIU kecuali pengguna memang memasukkan nilai terminal yang sesuai pada input nilai terminal. Gunakan nilai terminal hanya jika periode proyeksi belum mencakup seluruh sisa umur manfaat aset atau CGU.
Sheet 5: Ringkasan
Sheet Ringkasan adalah output utama template. Pada bagian ini, nilai tercatat dibandingkan dengan FVLCD dan VIU untuk menentukan jumlah terpulihkan. Jika nilai tercatat melebihi jumlah terpulihkan, template menghitung rugi penurunan nilai dan menampilkan status impairment.
| Keterangan | Jumlah |
| Nilai tercatat | Rp10.000.000.000 |
| FVLCD | Rp8.300.000.000 |
| VIU | Rp7.209.552.405 |
| Jumlah terpulihkan | Rp8.300.000.000 |
| Rugi penurunan nilai | Rp1.700.000.000 |
| Saldo surplus revaluasi | Rp1.500.000.000 |
| Status | Terjadi penurunan nilai |
Karena jumlah terpulihkan adalah nilai yang lebih tinggi antara FVLCD dan VIU, maka jumlah terpulihkan yang dipakai adalah FVLCD sebesar Rp8.300.000.000. Nilai tercatat Rp10.000.000.000 dikurangi jumlah terpulihkan Rp8.300.000.000 menghasilkan rugi penurunan nilai sebesar Rp1.700.000.000.
Jurnal Penyesuaian
Template menyediakan jurnal untuk dua model akuntansi: model biaya dan model revaluasi. Pengguna perlu memilih jurnal yang sesuai dengan kebijakan akuntansi aset yang diuji.
| Model Biaya | Debit | Kredit |
| Rugi penurunan nilai aset (Laba Rugi) | Rp1.700.000.000 | – |
| Akumulasi rugi penurunan nilai | – | Rp1.700.000.000 |
| Nilai tercatat baru setelah impairment | Rp8.300.000.000 | – |
| Model Revaluasi | Debit | Kredit |
| Surplus Revaluasi (OCI) – diutamakan bila ada | Rp1.500.000.000 | – |
| Rugi penurunan nilai aset (Laba Rugi) | Rp200.000.000 | – |
| Akumulasi rugi penurunan nilai | – | Rp1.700.000.000 |
| Nilai tercatat baru setelah impairment | Rp8.300.000.000 | – |
Pada model revaluasi, rugi penurunan nilai terlebih dahulu mengurangi surplus revaluasi yang masih tersedia. Jika rugi penurunan nilai lebih besar dari surplus revaluasi, sisanya dibebankan ke laba rugi.
Register Aset / UPK
Bagian bawah sheet Ringkasan memiliki register aset atau UPK untuk multi-aset. Baris pertama register otomatis mengambil data dari aset/UPK fokus. Untuk baris berikutnya, pengguna dapat mengisi aset/UPK lain secara manual, lalu template menghitung jumlah terpulihkan, rugi penurunan nilai, dan status impairment per baris.
| Aset / UPK | Nilai Tercatat | FVLCD | VIU | Rugi Penurunan Nilai | Status |
| Mesin Produksi A | Rp10.000.000. 000 | Rp8.300.000.0 00 | Rp7.209.552.4 05 | Rp1.700.000.0 00 | Penurunan nilai |
Cara Menggunakan Template Uji Penurunan Nilai Step by Step

Langkah 1: Baca Sheet Petunjuk
Pahami prinsip jumlah terpulihkan dan kode warna sel. Hanya ubah sel input berwarna biru atau area yang memang ditujukan untuk pengguna.
Langkah 2: Isi Input & Asumsi
Masukkan nama proyek, aset/UPK, tanggal penilaian, mata uang, penyusun, tingkat diskonto pra-pajak, periode proyeksi, dan pertumbuhan terminal. Pastikan asumsi sudah didukung oleh data yang relevan.
Langkah 3: Isi Sheet FVLCD
Masukkan estimasi nilai wajar dan seluruh biaya pelepasan langsung seperti biaya hukum, pajak transaksi, biaya pembongkaran, atau biaya persiapan penjualan lainnya.
Langkah 4: Isi Sheet VIU (DCF)
Masukkan proyeksi arus kas masuk dan keluar operasi untuk setiap tahun. Pastikan arus kas yang digunakan adalah arus kas pra-pajak dan tidak memasukkan bunga, pokok pinjaman, atau pajak penghasilan.
Langkah 5: Review Nilai Terminal
Jika aset masih menghasilkan arus kas setelah periode eksplisit, masukkan nilai terminal atau nilai residu yang sesuai. Jangan menggunakan alternatif Gordon growth tanpa mempertimbangkan sisa umur manfaat dan basis asumsi.
Langkah 6: Cek Ringkasan
Bandingkan nilai tercatat, FVLCD, dan VIU. Template akan menentukan jumlah terpulihkan, menghitung rugi penurunan nilai, dan menampilkan status impairment.
Langkah 7: Pilih Jurnal yang Tepat
Gunakan jurnal model biaya jika aset dicatat dengan model biaya. Gunakan jurnal model revaluasi jika aset dicatat dengan model revaluasi dan masih memiliki surplus revaluasi terkait.
Langkah 8: Simpan File per Proyek
Untuk aset atau UPK lain yang kompleks, sebaiknya duplikasi workbook per proyek agar perhitungan FVLCD dan VIU tidak bercampur.
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
- Jangan menghapus formula pada FVLCD, VIU, dan Ringkasan karena formula tersebut menghubungkan seluruh workbook.
- Nilai wajar harus merepresentasikan harga wajar antar pelaku pasar dan sebaiknya didukung oleh bukti penilaian atau benchmark yang memadai.
- Biaya pelepasan hanya mencakup biaya langsung untuk melepas aset, bukan biaya operasional umum.
- Arus kas VIU harus konsisten dengan kondisi aset saat ini dan tidak boleh mencakup restrukturisasi masa depan yang belum berkomitmen.
- Tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto pra-pajak dan harus konsisten dengan risiko arus kas yang diproyeksikan.
- Jika menggunakan model revaluasi, pastikan saldo surplus revaluasi yang diinput benar-benar terkait dengan aset yang diuji.
- Output template merupakan alat bantu perhitungan dan tetap memerlukan review profesional sebelum digunakan dalam laporan keuangan.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa beda FVLCD dan VIU?
FVLCD adalah nilai wajar aset dikurangi biaya untuk melepas atau menjual aset. VIU adalah nilai pakai yang dihitung dari present value arus kas masa depan yang diharapkan dari penggunaan aset. Jumlah terpulihkan adalah nilai yang lebih tinggi dari keduanya.
Kapan rugi penurunan nilai diakui?
Rugi penurunan nilai diakui jika nilai tercatat lebih besar daripada jumlah terpulihkan. Jika jumlah terpulihkan sama dengan atau lebih besar dari nilai tercatat, maka tidak ada rugi penurunan nilai yang perlu diakui.
Apakah nilai terminal Gordon growth otomatis masuk ke VIU?
Tidak. Template menampilkan nilai terminal Gordon growth sebagai alternatif referensi. Untuk memasukkannya ke VIU, pengguna perlu memastikan dasar asumsi layak, lalu memasukkan nilai terminal atau nilai residu yang sesuai pada bagian nilai terminal.
Bagaimana cara memakai template untuk banyak aset?
Untuk ringkasan cepat, pengguna dapat menggunakan register aset/UPK pada sheet Ringkasan. Namun untuk perhitungan lengkap FVLCD dan VIU per aset, lebih aman menduplikasi workbook per aset atau per UPK agar asumsi dan proyeksi tidak tercampur.
Kesimpulan
Template Uji Penurunan Nilai Aset dari Balancio Indo membantu perusahaan menjalankan impairment test secara lebih rapi dan konsisten. Dengan memisahkan input asumsi, perhitungan FVLCD, perhitungan VIU, ringkasan, jurnal, dan register, pengguna dapat menelusuri sumber angka dengan lebih mudah. Template ini mempercepat proses perhitungan, tetapi kualitas hasil tetap bergantung pada kelayakan asumsi, bukti pendukung, dan review profesional.






