Cara mencatat pembayaran sebagian piutang adalah mendebit kas atau bank sebesar penerimaan yang terverifikasi, lalu mengkredit piutang pelanggan sesuai nilai yang diselesaikan. Pembayaran harus dialokasikan ke invoice yang tepat. Sisa invoice tetap menjadi piutang; penerimaan tersebut tidak dicatat kembali sebagai pendapatan apabila penjualannya sudah diakui sebelumnya.
Artikel ini memakai contoh pembukuan akrual dalam rupiah. Nilai ilustrasi tidak memuat PPN, pemotongan pajak, retur, atau diskon kecuali disebutkan. Nama akun dapat disesuaikan dengan bagan akun perusahaan.
Bedakan pembayaran sebagian dan uang muka
Pembayaran sebagian melunasi sebagian hak tagih yang sudah dicatat. Uang muka diterima sebelum penyerahan barang atau jasa sesuai kondisi transaksi. Perbedaannya menentukan akun lawan penerimaan bank.
Dalam SAK EMKM Bab 14, penerimaan sebelum penyerahan barang atau jasa diperlakukan sebagai liabilitas, sedangkan penyerahan yang belum dibayar menimbulkan piutang. Karena itu, jangan memakai akun pendapatan untuk seluruh uang yang masuk tanpa memeriksa transaksi asalnya.
Sebelum membuat jurnal, siapkan invoice, kartu pelanggan, mutasi bank, dan informasi alokasi dari pelanggan. Jika transfer mencakup lebih dari satu invoice, minta rincian pembagiannya. Urutan otomatis berdasarkan invoice tertua hanya digunakan jika sesuai kebijakan yang disepakati dan tidak bertentangan dengan instruksi pelanggan.
Contoh satu invoice dibayar tiga kali
Pada 5 Agustus, usaha menerbitkan invoice INV-0805-01 senilai Rp15.000.000 setelah jasa selesai dan pendapatan memenuhi syarat pengakuan. Jatuh temponya 20 Agustus. Pelanggan membayar Rp6.000.000 pada 12 Agustus, Rp4.000.000 pada 25 Agustus, dan Rp5.000.000 pada 5 September.
| Tanggal dan transaksi | Akun debit | Akun kredit | Nilai |
|---|---|---|---|
| 5 Agustus: pengakuan tagihan | Piutang usaha | Pendapatan jasa | Rp15.000.000 |
| 12 Agustus: penerimaan pertama | Bank | Piutang usaha | Rp6.000.000 |
| 25 Agustus: penerimaan kedua | Bank | Piutang usaha | Rp4.000.000 |
| 5 September: pelunasan | Bank | Piutang usaha | Rp5.000.000 |
Jurnal penjualan dibuat satu kali. Ketiga jurnal pembayaran hanya mengalihkan aset dari piutang menjadi bank. Pendapatan dari invoice ini tetap Rp15.000.000, bukan Rp30.000.000 setelah seluruh penerimaan dijumlahkan dengan penjualan.
Kartu invoice menunjukkan saldo berikut:
| Posisi | Pembayaran kumulatif | Saldo piutang | Status |
|---|---|---|---|
| Setelah invoice diterbitkan | Rp0 | Rp15.000.000 | Terbuka |
| Setelah 12 Agustus | Rp6.000.000 | Rp9.000.000 | Dibayar sebagian |
| Setelah 25 Agustus | Rp10.000.000 | Rp5.000.000 | Dibayar sebagian dan terlambat |
| Setelah 5 September | Rp15.000.000 | Rp0 | Lunas |
Rumus saldo adalah invoice awal ditambah debit tambahan yang sah, dikurangi pembayaran teralokasi dan nota kredit yang disetujui. Simpan riwayat setiap alokasi; jangan mengganti nilai invoice awal menjadi nilai sisa.
Langkah pencatatan di spreadsheet atau aplikasi
- Identifikasi pengirim, tanggal efektif mutasi bank, nominal, dan referensi transfer.
- Cocokkan identitas pelanggan dan nomor invoice dengan buku pembantu piutang.
- Masukkan penerimaan dengan nomor bukti unik agar satu mutasi tidak diproses dua kali.
- Alokasikan pembayaran ke invoice yang dipilih dan buat jurnal penerimaan.
- Perbarui saldo terbuka, status pembayaran, serta log penagihan.
- Cocokkan total buku pembantu dengan akun kontrol piutang di buku besar.
Kolom minimum yang berguna adalah nomor penerimaan, tanggal, pelanggan, nomor invoice, nilai alokasi, referensi bank, dan pemeriksa. Satu penerimaan boleh memiliki beberapa baris alokasi, tetapi totalnya harus sama dengan nominal yang memang tersedia untuk dialokasikan.
Hubungkan pekerjaan ini dengan monitoring invoice jatuh tempo, sehingga tim penagihan menggunakan saldo yang sama dengan bagian akuntansi.
Apa yang terjadi pada aging setelah pembayaran sebagian?
Saldo yang masih terbuka tetap mengikuti jatuh tempo invoice semula kecuali ada perubahan kontrak yang sah. Dalam contoh, per 31 Agustus saldo Rp5.000.000 terlambat 11 hari sejak 20 Agustus. Pembayaran 25 Agustus tidak membuatnya kembali menjadi piutang baru.
Simpan janji bayar 5 September sebagai kolom terpisah. Jika perusahaan menyetujui restrukturisasi tanggal jatuh tempo, simpan versi kesepakatan dan jejak perubahannya. Riwayat keterlambatan tetap berguna untuk menilai risiko pelanggan.
Cara menangani biaya bank, kekurangan, dan kelebihan transfer
Biaya bank yang menjadi tanggungan perusahaan. Misalnya pelanggan membayar Rp5.000.000, bank mengkredit Rp4.990.000 dan memotong biaya Rp10.000 yang terbukti menjadi beban perusahaan. Jurnalnya: debit Bank Rp4.990.000; debit Beban administrasi bank Rp10.000; kredit Piutang usaha Rp5.000.000. Total debit dan kredit sama.
Pelanggan hanya mentransfer Rp4.990.000. Jika tidak ada bukti biaya yang ditanggung perusahaan atau diskon yang disetujui, catat penerimaan Rp4.990.000 dan pertahankan piutang Rp10.000. Nominal kecil bukan alasan otomatis untuk menghapus saldo.
Transfer melebihi sisa piutang. Jika sisa tagihan Rp5.000.000 tetapi dana masuk Rp5.500.000, alokasikan Rp5.000.000 ke piutang. Catat Rp500.000 sebagai kelebihan pembayaran pelanggan pada akun liabilitas yang sesuai sambil meminta instruksi pengembalian atau penggunaan berikutnya.
Ada pemotongan pajak. Jangan memasukkan seluruh selisih sebagai biaya bank. Verifikasi bukti potong, jenis pajak, dan status final atau dapat dikreditkan; tentukan akun pajaknya sesuai perlakuan yang berlaku. Pelunasan invoice dapat terdiri atas kas ditambah pemotongan yang sah.
Bagaimana jika transfer tidak memiliki nomor invoice?
Jangan memilih pelanggan secara acak hanya karena nominalnya mirip. Simpan penerimaan sebagai dana masuk belum teridentifikasi pada akun penampung yang tepat, disertai tanggal, rekening, dan referensi. Setelah pengirim dan tujuan pembayaran dikonfirmasi, reklasifikasikan ke pelanggan serta invoice yang benar.
Tinjau akun penampung secara berkala dengan penanggung jawab yang jelas. Saldo lama tanpa tindak lanjut dapat menyembunyikan salah alokasi atau penerimaan ganda. Gunakan contoh surat konfirmasi piutang bila pelanggan merasa sudah melunasi tetapi alokasi internal masih berbeda.
Rekonsiliasi sebelum menutup periode
Periksa tiga hubungan: penerimaan cocok dengan bank, alokasi cocok dengan invoice, dan saldo seluruh pelanggan cocok dengan buku besar. Dalam contoh utama, per 31 Agustus penerimaan kumulatif Rp10.000.000 ditambah saldo Rp5.000.000 harus sama dengan invoice Rp15.000.000.
Telusuri pembatalan penerimaan, input ganda, atau jurnal langsung ke akun kontrol tanpa kode pelanggan. Jika koreksi diperlukan, buat pembalikan atau penyesuaian dengan alasan dan persetujuan; jangan menghapus riwayat transaksi yang sudah menjadi bagian pelaporan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah perlu menerbitkan invoice baru setiap menerima cicilan?
Tidak untuk pelunasan sebagian atas invoice yang sama. Buat bukti penerimaan dan perbarui kartu invoice. Tagihan baru hanya untuk transaksi atau dasar penagihan yang memang berbeda.
Apakah pembayaran sebagian boleh langsung dianggap diskon?
Tidak. Diskon memerlukan dasar kesepakatan dan otorisasi. Tanpa itu, selisih tetap terbuka untuk ditagih atau diklarifikasi.
Apakah saldo yang tersisa harus tetap ditagih?
Ya, sesuai kesepakatan dan hasil rekonsiliasi. Gunakan SOP penagihan piutang untuk menentukan jadwal dan penanggung jawab tindak lanjut.
Untuk menghubungkan kartu invoice, jurnal, dan penerimaan bank, gunakan kerangka manajemen piutang usaha UMKM. Jika pencatatannya masih terpisah, diskusikan kebutuhan pembukuan dengan Balancio Indo.
Rujukan pengukuran saldo: IAI, SAK EMKM Bab 8, paragraf 8.7–8.9. Seluruh angka dan kasus dalam artikel merupakan ilustrasi.
Butuh bantuan menyusun strategi keuangan bisnis Anda?
Start a Consultation