Checklist Audit Internal Keuangan, 24 Pemeriksaan dan Bukti

Checklist Audit Internal Keuangan, 24 Pemeriksaan dan Bukti

Checklist audit internal keuangan adalah daftar pengujian untuk menilai apakah transaksi, saldo, dan kontrol keuangan memiliki dasar yang memadai. Setiap butir perlu mencantumkan pertanyaan pemeriksaan, bukti, hasil uji, dan pengecualian. Jawaban “Ya” seharusnya diberikan setelah bukti diperiksa, bukan hanya karena staf mengatakan prosedur sudah dijalankan.

Contoh di bawah memuat 24 butir untuk UMKM. Sesuaikan cakupan dengan risiko dan jenis usaha. Checklist ini mendukung program audit; kelengkapan centang tidak otomatis membuktikan bahwa semua transaksi bebas kesalahan.

Siapkan lembar identitas pemeriksaan

Sebelum mengisi tabel, catat nama entitas dan lokasi, periode, tujuan, penyusun, pemeriksa, tanggal uji, versi SOP, serta populasi transaksi. Untuk setiap area, simpan metode pemilihan sampel dan referensi kertas kerja.

Gunakan kode hasil: Y = Ya, bukti yang diuji mendukung terpenuhinya kontrol; T = Tidak, ditemukan pengecualian atau kontrol tidak memadai; TA = Tidak berlaku, dengan alasan; BT = Belum diuji/bukti belum cukup. Tanda kosong pada contoh memang disediakan untuk diisi setelah pemeriksaan.

Jika ditemukan pengecualian pada sampel, jelaskan cakupannya. Satu butir dapat memiliki beberapa sampel; buat lampiran rincian transaksi sehingga hasil tabel tetap dapat ditelusuri. Dapatkan dokumen melalui daftar dokumen audit internal perusahaan.

Checklist kas, bank, penjualan, dan piutang

ID Pertanyaan pemeriksaan Bukti utama Red flag Hasil
Y/T/TA/BT
K01 Apakah kas fisik cocok dengan buku pada jam uji? Berita acara cash count Selisih berulang ____
K02 Apakah rekonsiliasi bank diperiksa pihak lain? Rekonsiliasi dan tanda review Item lama tanpa penjelasan ____
K03 Apakah penerimaan dapat ditelusuri ke penjualan dan bank? POS/invoice, mutasi bank Setoran tertunda ____
K04 Apakah pembayaran disetujui sebelum dilepas? Log persetujuan dan transfer Persetujuan setelah transfer ____
P01 Apakah invoice didukung penyerahan barang/jasa? Invoice dan bukti serah terima Tagihan tanpa dasar ____
P02 Apakah saldo pelanggan cocok dengan buku besar? Buku pembantu dan akun kontrol Selisih tak direkonsiliasi ____
P03 Apakah penerimaan dialokasikan ke invoice yang benar? Kartu invoice, referensi bank Saldo pelanggan negatif ____
P04 Apakah diskon, retur, dan nota kredit mendapat otorisasi? Persetujuan dan nota kredit Koreksi oleh satu pengguna ____

Untuk K01, samakan waktu perbandingan. Kas yang dihitung pukul 16.00 tidak dapat langsung dibandingkan dengan buku pukul 12.00 tanpa menjembatani transaksi empat jam tersebut. Untuk P03, uji pembayaran sebagian dan penerimaan tanpa keterangan agar saldo yang tampak menunggak tidak sebenarnya sudah dibayar.

Prosedur lengkap area kas tersedia dalam audit kas perusahaan. Untuk tindak lanjut saldo pelanggan, gunakan SOP penagihan piutang sebagai kriteria operasional setelah disesuaikan dan disahkan perusahaan.

Checklist pembelian, utang, dan persediaan

ID Pertanyaan pemeriksaan Bukti utama Red flag Hasil
Y/T/TA/BT
U01 Apakah invoice cocok dengan pesanan dan penerimaan? PO, penerimaan, invoice Kuantitas berbeda ____
U02 Apakah tagihan/pembayaran ganda diperiksa? Daftar invoice dan bank Nomor mirip dibayar ulang ____
U03 Apakah rekening vendor baru/berubah diverifikasi? Master vendor dan log Rekening diubah menjelang bayar ____
U04 Apakah kewajiban periode telah tercatat lengkap? Tagihan sesudah cut-off, bukti terima Biaya periode lama terlambat masuk ____
S01 Apakah hitung fisik diuji ulang dan selisih ditelusuri? Count sheet, hasil hitung ulang Penyesuaian tanpa sebab ____
S02 Apakah penerimaan/pengeluaran masuk periode yang benar? Dokumen sebelum/sesudah cut-off Tanggal sistem berbeda dari bukti ____
S03 Apakah bahan rusak/usang diidentifikasi dan dinilai? Daftar umur, kondisi, penilaian Barang tidak layak tetap bernilai penuh ____
S04 Apakah penyesuaian stok dibatasi dan disetujui? Log perubahan stok Pengguna gudang mengubah saldo sendiri ____

Untuk U02, uji transaksi yang benar-benar terpisah dari pembayaran ulang atas invoice sama. Nominal yang sama dapat sah bila berasal dari dua pesanan berbeda. Untuk S03, jangan hanya membaca daftar umur; amati kondisi barang dan bandingkan dengan bukti penjualan atau penggunaan setelah tanggal pemeriksaan.

Gunakan audit persediaan untuk menelusuri keberadaan, kelengkapan, kepemilikan, penilaian, serta pergerakan stok. Metode dan dokumen itu melengkapi pemeriksaan jumlah fisik.

Checklist payroll, aset, akses, dan pelaporan

ID Pertanyaan pemeriksaan Bukti utama Red flag Hasil
Y/T/TA/BT
G01 Apakah penerima gaji terdaftar sebagai pegawai aktif? Master pegawai dan payroll Pembayaran ke pegawai keluar ____
G02 Apakah perubahan upah dan rekening disetujui? Surat perubahan dan log Perubahan tanpa reviewer ____
A01 Apakah aset terpilih ada dan dapat diidentifikasi? Register, label, inspeksi Lokasi tidak diketahui ____
A02 Apakah pembelian/pelepasan aset dicatat tepat? Invoice, persetujuan, register Aset dilepas masih disusutkan ____
T01 Apakah akun pengguna unik dan akses sesuai tugas? Daftar pengguna dan peran Akun bersama/akses berlebih ____
T02 Apakah akses pegawai keluar telah dinonaktifkan? Daftar keluar dan log akses Akun tetap aktif ____
L01 Apakah jurnal manual material memiliki dasar dan review? Jurnal, lampiran, log Jurnal bulat tanpa penjelasan ____
L02 Apakah periode tertutup dan perubahannya dikendalikan? Log tutup/buka periode Perubahan setelah laporan tanpa jejak ____

Jangan menyimpulkan akses aman hanya dari nama jabatan. Uji kemampuan sebenarnya, misalnya apakah akun dapat mengubah rekening vendor sekaligus membuat dan menyetujui pembayaran. Periksa juga akun administrator serta prosedur akses darurat.

Cara memilih dan mendokumentasikan sampel

Tentukan tujuan uji, ukuran populasi, dan faktor risiko sebelum memilih transaksi. Misalnya terdapat 300 pembayaran: ambil seluruh transaksi di atas batas internal yang disepakati, seluruh perubahan rekening vendor, dan sebagian pembayaran rutin dari awal hingga akhir periode. Nyatakan apakah suatu transaksi memenuhi lebih dari satu kategori agar cakupan tidak dihitung dua kali.

Tidak ada jumlah sampel tunggal yang cocok untuk semua UMKM. Penambahan sampel dilakukan ketika pengecualian menimbulkan risiko yang belum terjawab. Dalam konteks audit laporan keuangan eksternal, IAPI memuat SA 530 tentang Sampling Audit; gunakan kerangka perikatan yang tepat ketika pekerjaan merupakan audit profesional.

Contoh pengisian yang memiliki dasar

Butir K04 mendapat hasil T karena dua dari 20 pembayaran yang diuji tidak memiliki persetujuan sebelum transfer. Catat nomor pembayaran, tanggal, nilai, kriteria SOP, bukti yang diperiksa, serta hasil klarifikasi. Jangan hanya menulis “approval lemah”.

Nilai transaksi sampel Rp200.000.000 dengan pengecualian Rp12.000.000 berarti 6% dari nilai sampel terdampak. Angka itu tidak otomatis menggambarkan 6% dari seluruh pembayaran perusahaan. Jelaskan metode pemilihan sebelum menggunakan hasil untuk penilaian yang lebih luas.

Gunakan contoh temuan audit internal keuangan untuk mengubah pengecualian menjadi uraian yang dapat ditindaklanjuti.

Prioritaskan hasil dan tutup dengan bukti

Nilai prioritas berdasarkan dampak, kemungkinan, pengulangan, kelemahan kontrol pengganti, dan kemudahan masalah menyebar. Jangan hanya menghitung persentase jawaban Ya. Satu kelemahan akses pembayaran dapat lebih penting daripada banyak kekurangan arsip yang tidak material.

Tetapkan PIC, target, dan bentuk bukti yang diperlukan. Perubahan status dari T menjadi Y dilakukan setelah pemeriksaan ulang yang memadai, dengan mempertahankan riwayat hasil awal. Untuk butir BT, tulis dokumen atau pekerjaan yang masih diperlukan; jangan menganggapnya lulus.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah checklist ini dapat digunakan setiap bulan?

Bisa sebagai titik awal. Sesuaikan kedalaman dan rotasi area dengan risiko, perubahan proses, serta hasil pemeriksaan sebelumnya.

Apakah semua pertanyaan harus mendapat jawaban Ya?

Tidak. Ada butir yang tidak relevan dan ada bukti yang belum tersedia. Hasil yang jujur beserta alasannya lebih berguna daripada daftar yang tampak sempurna.

Apakah checklist sama dengan laporan audit?

Tidak. Checklist merekam pelaksanaan uji. Laporan menyampaikan tujuan, lingkup, kesimpulan, temuan, keterbatasan, dan rencana tindak lanjut.

Rujukan metode: Global Internal Audit Standards, 13.6 mengatur program kerja penugasan. Dua puluh empat butir di sini merupakan contoh rancangan operasional, bukan salinan daftar wajib The IIA.

Mulai dari panduan audit internal UMKM, lalu diskusikan kebutuhan pemeriksaan yang lebih mendalam dengan Professional Internal Audit Balancio Indo.

Ditulis oleh

admin

Butuh bantuan menyusun strategi keuangan bisnis Anda?

Start a Consultation