Audit Persediaan, Prosedur, Bukti, dan Contoh Penyesuaian

Audit Persediaan Prosedur, Bukti, dan Contoh Penyesuaian

Audit persediaan adalah pemeriksaan untuk menilai apakah stok benar-benar ada, seluruhnya tercatat, dimiliki perusahaan, dinilai dengan tepat, dan masuk periode yang benar. Penghitungan fisik merupakan salah satu prosedur. Pemeriksaan juga mencakup mutasi barang, dokumen kepemilikan, biaya, kondisi rusak atau usang, serta persetujuan penyesuaian.

Stock opname menghitung jumlah fisik; audit menguji hasil dan proses pencatatannya. Jumlah bisa cocok, tetapi barang merupakan titipan atau dinilai terlalu tinggi.

Tetapkan tujuan untuk setiap risiko stok

Tujuan ujiPertanyaanContoh bukti
KeberadaanApakah barang yang tercatat benar-benar ada?Hitung uji dari daftar ke fisik
KelengkapanApakah barang yang seharusnya dicatat sudah masuk daftar?Hitung uji dari lokasi ke daftar
KepemilikanApakah perusahaan memiliki hak atas barang?Kontrak, invoice, dokumen konsinyasi
PenilaianApakah biaya dan kondisi mendukung nilainya?Biaya perolehan, kondisi, data penjualan
Cut-offApakah mutasi masuk periode yang benar?Bukti kirim/terima sekitar tanggal saldo

IAPI, SA 501 mengatur bukti persediaan dalam audit laporan keuangan eksternal. Prosedur operasional internal berikut tidak otomatis memenuhi seluruh ketentuan perikatan profesional.

Persiapkan data sebelum observasi

Minta daftar stok per lokasi, kartu barang, transaksi penerimaan dan pengeluaran, konversi satuan, kebijakan biaya, daftar stok negatif, penyesuaian manual, serta barang rusak atau lambat bergerak. Cocokkan nilai total daftar dengan akun persediaan di buku besar.

Tetapkan tanggal-jam cut-off dan cara mencatat pergerakan ketika penghitungan berlangsung. Pastikan seluruh lokasi tercakup, termasuk gudang eksternal, kendaraan pengiriman, area produksi, dapur, dan stok titipan yang relevan. Dokumen persiapannya dapat mengikuti daftar dokumen audit internal perusahaan.

Prioritaskan sampel bernilai besar, rawan hilang, berumur lama, bersaldo negatif, atau sering disesuaikan. Tambahkan barang biasa dan dokumentasikan alasan, jumlah, nilai cakupan, serta keterbatasannya.

Amati penghitungan dan lakukan uji dua arah

Periksa instruksi hitung, penomoran lembar, petugas, alat ukur, serta penandaan area selesai. Amati apakah kemasan terbuka benar-benar diukur dan apakah barang berbeda spesifikasi dipisahkan.

Lakukan pengujian dari daftar ke fisik: pilih SKU pada daftar, cari barangnya, lalu hitung. Prosedur ini terutama mendukung keberadaan. Lakukan pula dari fisik ke daftar: pilih barang di rak atau area penyimpanan, lalu cari pencatatannya. Prosedur ini membantu menilai kelengkapan.

Simpan hasil hitung pemeriksa sendiri, identitas barang, lokasi, waktu, dan referensi lembar perusahaan. Jika hasil berbeda, minta hitung ulang sambil menjaga jejak hasil awal. Jangan hanya mengganti angka pertama dengan angka yang akhirnya disepakati.

Untuk restoran, ikuti stock opname bahan baku restoran dalam menangani satuan, bahan olahan, dan stok di beberapa area dapur. Dalam audit, uji bahwa prosedur tersebut memang dijalankan.

Uji mutasi dan cut-off penerimaan-pengeluaran

Pilih dokumen beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal saldo sesuai tingkat risiko. Cocokkan tanggal fisik, syarat perpindahan hak, tanggal sistem, dan nilai pencatatan. Nomor dokumen berurutan membantu menemukan transaksi yang terlewat atau masuk ganda.

Contoh: barang diterima 31 Agustus dan, berdasarkan syarat kontrak, hak serta kewajibannya telah berpindah pada tanggal tersebut. Jika baru diinput 2 September karena invoice terlambat, ada risiko persediaan dan utang Agustus kurang saji. Sebaliknya, barang yang hanya dititipkan tidak otomatis menjadi persediaan milik perusahaan walaupun ada di gudang.

Jika hitung fisik dilakukan pada tanggal berbeda dari saldo yang diuji, lakukan roll-forward atau roll-back dengan seluruh mutasi antara kedua tanggal. Uji keandalan mutasinya; menjumlahkan data sistem yang belum diuji dapat mempertahankan kesalahan awal.

Periksa kepemilikan, titipan, dan barang di pihak ketiga

Pisahkan barang konsinyasi milik pemasok dari stok sendiri sesuai kontrak. Barang perusahaan yang berada di gudang pihak lain tetap perlu ditelusuri, misalnya melalui laporan penyimpanan, dokumen pengiriman, konfirmasi yang dikendalikan sesuai tujuan pemeriksaan, atau observasi yang relevan.

Untuk barang dalam perjalanan, periksa syarat pengiriman dan bukti perpindahan hak. Catat pengaruh pembatasan, jaminan, atau sengketa terhadap penyajian serta lingkup uji.

Uji biaya, barang rusak, dan stok lambat bergerak

Cocokkan biaya per unit ke dokumen pembelian dan biaya lain yang memenuhi dasar pengakuan. Uji penerapan FIFO/MPKP atau rata-rata tertimbang sesuai kebijakan. Gunakan metode yang konsisten; rotasi fisik berdasarkan tanggal kedaluwarsa tidak dengan sendirinya menentukan metode biaya.

Untuk entitas yang menerapkan PSAK 202, konsep IAS 2 menggunakan nilai yang lebih rendah antara biaya dan nilai realisasi neto. Nilai realisasi neto memperhitungkan harga jual estimasian dikurangi biaya penyelesaian dan penjualan yang diperlukan. Lihat IAS 2. Entitas SAK EMKM mengikuti aturan penurunan atau kerugian persediaan dalam kerangkanya sendiri, termasuk barang rusak atau usang.

Stok lambat bergerak tidak otomatis bernilai nol. Tinjau kondisi, umur, kemungkinan penggunaan, dan bukti penjualan. Sebaliknya, barang yang tidak layak digunakan tidak boleh dipertahankan pada nilai penuh hanya karena jumlah fisiknya ada.

Contoh rekonsiliasi selisih dan kerusakan

Asumsi: buku mencatat 100 unit dengan biaya Rp50.000 per unit, sehingga nilainya Rp5.000.000. Hasil hitung ulang menemukan 98 unit. Dari 98 unit tersebut, 10 rusak total dengan nilai pemulihan nol dan 88 layak. Seluruh perbedaan sudah diuji dan belum pernah dibukukan.

KomponenKuantitasNilai
Saldo buku awal100 unitRp5.000.000
Kekurangan fisik terverifikasi2 unitRp100.000
Barang rusak di dalam 98 unit fisik10 unitRp500.000
Barang layak88 unitRp4.400.000
Pengurangan nilai total—Rp600.000

Jika kekurangan fisik telah diverifikasi sebagai kehilangan yang dibebankan, jurnalnya mendebit Beban selisih persediaan Rp100.000 dan Beban kerusakan persediaan Rp500.000, lalu mengkredit Persediaan Rp600.000. Nilai akhir Rp4.400.000.

Jumlah fisik sebelum barang rusak dibuang tetap 98 unit: 88 layak dan 10 rusak bernilai nol. Pisahkan status kuantitas dan nilai. Pembuangan 10 unit berikutnya tidak membebankan Rp500.000 lagi jika nilainya sudah nol. Bila sistem menggunakan akun penyisihan penurunan nilai, mekanisme jurnal diselaraskan tanpa menggandakan kerugian.

Tinjau stok negatif dan penyesuaian manual

Telusuri stok negatif ke urutan pembelian-penjualan, satuan, lokasi, atau backdating. Periksa dampaknya terhadap biaya tanpa menambahkan kuantitas fiktif.

Untuk jurnal atau mutasi penyesuaian, periksa alasan, dasar hitung, pemberi persetujuan, tanggal, dan pengguna. Penyesuaian bulat atau berulang menjelang penutupan periode patut ditelusuri. Nilai total yang kecil tidak menjamin kontrol baik jika pengguna dapat mengubah stok tanpa jejak.

Ubah hasil pemeriksaan menjadi perbaikan

Sesuaikan perbaikan dengan penyebab: benahi master konversi, kontrol serah terima, atau penilaian barang rusak. Untuk restoran, gunakan pencatatan bahan baku rusak.

Tetapkan PIC dan bukti penutupan: master baru, jurnal disetujui, hitung ulang, serta uji transaksi setelah perubahan. Hubungkan hasil F&B dengan food cost aktual dan teoritis.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah seluruh persediaan harus dihitung pemeriksa sendiri?

Tidak selalu. Cakupan dan pengujian ditentukan tujuan serta risiko. Pemeriksa dapat mengobservasi penghitungan perusahaan dan melakukan uji yang memadai, dengan menjelaskan batas sampelnya.

Apakah persediaan lebih boleh langsung diakui sebagai pendapatan?

Jangan langsung memilih akun pendapatan. Selisih bisa berasal dari pembelian yang belum dicatat, titipan, salah lokasi, atau kesalahan periode. Tentukan penyebab dan akun koreksi yang sesuai.

Gunakan prosedur ini dalam audit internal UMKM dan dokumentasikan hasilnya pada checklist audit internal keuangan. Untuk menilai persediaan dan kontrol yang berulang kali menimbulkan selisih, diskusikan lingkup audit dengan Balancio Indo.

Ditulis oleh

admin

Butuh bantuan menyusun strategi keuangan bisnis Anda?

Start a Consultation