Seorang pemilik usaha katering rumahan bercerita omsetnya terus naik setiap bulan, tapi dia tidak pernah tahu pasti berapa untung bersihnya karena tidak pernah membuat laporan yang jelas. Semua informasi keuangan hanya ada di kepalanya dan di rekening yang saldonya naik turun tanpa penjelasan. Ini adalah masalah umum yang dihadapi banyak pelaku usaha kecil, mereka tahu bisnisnya berjalan, tapi tidak tahu cara membuat laporan keuangan bulanan UMKM yang benar-benar bisa dijadikan pegangan.
Cara membuat laporan keuangan bulanan UMKM tidak harus rumit seperti laporan perusahaan besar. Yang penting adalah laporan tersebut mencerminkan kondisi bisnis dengan akurat dan bisa dibaca dengan mudah oleh pemiliknya sendiri, bukan hanya oleh akuntan. Setelah laporan bulanan tersusun rapi, langkah berikutnya adalah menutupnya dengan benar mengikuti tahapan pada cara closing laporan keuangan bulanan agar data yang digunakan selalu akurat.
Laporan Keuangan yang Sebaiknya Dimiliki UMKM
| Jenis Laporan | Fungsi Utama |
|---|---|
| Laporan laba rugi | Menunjukkan apakah bisnis untung atau rugi dalam satu bulan |
| Laporan arus kas | Menunjukkan pergerakan uang masuk dan keluar secara riil |
| Neraca sederhana | Menunjukkan aset, utang, dan modal bisnis pada satu titik waktu |
| Laporan piutang | Menunjukkan uang yang masih harus ditagih dari pelanggan |
| Laporan utang | Menunjukkan kewajiban yang harus dibayar ke supplier atau pihak lain |
UMKM tidak perlu membuat kelima laporan ini dengan format yang rumit sejak awal. Bahkan laporan sederhana dalam spreadsheet sudah cukup, selama informasinya lengkap dan konsisten dibuat setiap bulan.
Data yang Harus Dikumpulkan Setiap Bulan
Seluruh transaksi penjualan, baik tunai maupun yang masih berupa invoice yang belum dibayar.
Seluruh transaksi pembelian bahan baku, barang dagang, atau biaya operasional.
Mutasi rekening bank dan bukti transfer.
Data gaji karyawan jika ada.
Data stok barang di akhir bulan, khususnya untuk bisnis yang menjual produk fisik.
Cara Menyusun Laporan dari Transaksi Harian
Cara membuat laporan keuangan bulanan UMKM yang paling praktis adalah dimulai dari mencatat transaksi harian secara konsisten, bukan menunggu akhir bulan untuk mengingat-ingat semua yang terjadi. Setiap transaksi harian yang tercatat dengan benar akan otomatis menjadi bahan penyusunan laporan bulanan tanpa perlu rekonstruksi ulang.
Kumpulkan seluruh transaksi harian selama satu bulan, kelompokkan berdasarkan jenisnya (pendapatan, HPP, beban operasional, beban lain-lain), lalu totalkan masing-masing kategori. Dari sini laporan laba rugi bisa langsung disusun, total pendapatan dikurangi HPP menghasilkan laba kotor, lalu dikurangi beban operasional menghasilkan laba bersih.
Contoh Sederhana Laporan Bulanan UMKM
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Pendapatan Penjualan | 35.000.000 |
| Harga Pokok Penjualan (HPP) | (18.000.000) |
| Laba Kotor | 17.000.000 |
| Beban Operasional (sewa, gaji, listrik) | (9.500.000) |
| Laba Bersih | 7.500.000 |
Cara Membaca Hasil Laporan Bulanan
Membuat laporan hanyalah separuh dari pekerjaan; separuh lainnya adalah memahami apa arti angka-angka tersebut untuk bisnis. Beberapa pertanyaan kunci yang harus bisa dijawab dari laporan bulanan,
Apakah bisnis benar-benar untung, atau laba yang terlihat hanya karena beban tertentu belum tercatat.
Apakah kas aman, atau uang bisnis justru tertahan di piutang dan stok yang menumpuk.
Apakah piutang sudah menumpuk terlalu banyak dibandingkan penjualan bulan tersebut.
Apakah ada biaya yang membengkak tanpa alasan yang jelas dibandingkan bulan sebelumnya.
Banyak pelaku UMKM berhenti di tahap menyusun laporan tanpa pernah benar-benar membaca dan menganalisis hasilnya. Kalau bisnis Anda sudah rutin mencatat tapi masih bingung menerjemahkan angka menjadi keputusan yang tepat, Balancio menyediakan layanan pembukuan bulanan sekaligus laporan manajemen yang membantu pemilik bisnis memahami kondisi keuangannya tanpa harus jadi ahli akuntansi.
Kesalahan Umum UMKM Saat Membuat Laporan Bulanan
Mencampur uang pribadi dan uang bisnis sehingga laporan tidak mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya.
Tidak mencatat piutang, sehingga laba terlihat besar padahal uangnya belum masuk.
Tidak mencatat stok dengan benar, sehingga HPP dan laba kotor menjadi salah hitung.
Hanya melihat saldo rekening sebagai ukuran untung atau rugi, padahal saldo bisa saja berasal dari pinjaman atau modal, bukan laba usaha.
Kesimpulan
Cara membuat laporan keuangan bulanan UMKM yang baik dimulai dari pencatatan transaksi harian yang konsisten, dikumpulkan dan dikelompokkan setiap akhir bulan, lalu dibaca dan dianalisis untuk mengambil keputusan bisnis. Laporan tidak perlu rumit, yang penting akurat dan bisa dipahami oleh pemiliknya sendiri.
Jika Anda ingin dibantu menyusun laporan keuangan bulanan yang rapi dan mudah dipahami setiap bulan, tim Balancio siap mendampingi UMKM Anda dari pencatatan harian hingga laporan manajemen. Kunjungi www.balancioindo.com untuk konsultasi gratis.
Butuh bantuan menyusun strategi keuangan bisnis Anda?
Start a Consultation