Template Internal Audit Excel membantu mengelola proses audit dari perencanaan, risk register, control matrix, testing, temuan, sampai action plan dalam satu workbook.
Template ini bukan checklist audit sederhana. Fokusnya adalah menghubungkan risiko, kontrol, pengujian, temuan, dan remediasi sehingga setiap hasil audit dapat ditelusuri.
Download Template Internal Audit Excel
Apa yang Ada di Internal Audit Workbook?
Workflow-nya adalah:
Audit Plan → Risk Register → Control Matrix → Testing → Findings → Action Plan → Dashboard.
| Sheet | Fungsi |
|---|---|
| Audit Plan | Mencatat area, objective, scope, auditor dan jadwal. |
| Risk Register | Mendokumentasikan risiko, likelihood dan impact. |
| Control Matrix | Menghubungkan risiko dengan control. |
| Testing | Mendokumentasikan prosedur uji, sample dan exception. |
| Findings | Mencatat kondisi, risiko, root cause dan recommendation. |
| Action Plan | Memonitor remediation, PIC dan due date. |
| Dashboard | Melihat open findings, overdue actions dan progress. |
Bagaimana Risk Score Dihitung?
Workbook menggunakan contoh pendekatan sederhana:
Risk Score = Likelihood × Impact
Threshold high risk merupakan parameter user dan bukan rating universal yang wajib digunakan semua perusahaan.
Apa Fungsi Control Matrix?
Control Matrix membantu menjawab:
Risiko ini dikendalikan oleh apa, siapa pemilik kontrolnya, seberapa sering kontrol berjalan, dan bukti apa yang seharusnya tersedia?
Control dapat ditandai sebagai preventive/detective atau manual/automated sesuai kondisi sebenarnya.
Bagaimana Testing Dicatat?
Untuk setiap test, user dapat mencatat:
- control yang diuji;
- test procedure;
- population;
- sample size;
- test result;
- exception count;
- tester;
- review status.
Dari Exception ke Finding
Tidak semua exception otomatis menjadi temuan dengan tingkat risiko tinggi.
Findings sheet memungkinkan auditor mendokumentasikan condition, risk/impact, root cause, recommendation, severity, owner, dan target date.
Action Plan dan Overdue Tracking
Setelah finding disepakati, remediation perlu dimonitor.
Action Plan mencatat action, owner, due date, status, evidence, reviewer, dan closure date.
Dalam sample workbook terdapat open findings serta satu tindakan remediation yang overdue, sehingga dashboard memperlihatkan bagaimana exception dan tindak lanjut dapat dipantau.
Apa Bedanya dengan Checklist Audit Internal?
Checklist berisi pertanyaan pemeriksaan yang perlu diuji.
Workbook ini mengelola keseluruhan lifecycle audit mulai dari risk register sampai closure findings.
Untuk daftar pemeriksaan operasional, hubungkan ke Checklist Audit Internal Keuangan.
Batasan Template
Workbook tidak menghasilkan audit opinion, assurance otomatis, atau compliance certification.
Risk assessment, sampling, evaluation of evidence, severity, dan audit conclusion tetap memerlukan professional audit judgment.
Download Template Internal Audit Excel
Download Internal Audit Starter Workbook
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah template sama dengan checklist audit?
Tidak. Checklist merupakan salah satu alat pelaksanaan; workbook ini juga mencakup planning, risk, control, testing, findings, dan remediation.
Apakah risk score otomatis menentukan kesimpulan audit?
Tidak. Risk score hanya alat bantu prioritas dan tetap membutuhkan judgment.
Apakah action plan bisa dipantau?
Ya. Due date dan status digunakan untuk mengidentifikasi action yang masih open atau overdue.
Butuh bantuan menyusun strategi keuangan bisnis Anda?
Start a Consultation